Lima Negara Ikut Seminar Literasi Keuangan OJK di Bali
Selasa, 09 Juni 2015 - 12:11 WIB
Lima Negara Ikut Seminar Literasi Keuangan OJK di Bali
A
A
A
NUSA DUA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seminar internasional literasi keuangan yang diikuti berbagai negara di ASEAN, dengan mengusung tema financial literacy to support financial inclusion di Nusa Dua, Badung, hari ini.
Seminar tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Dia mengatakan, seminar tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaaan masyarakat akan produk dan layanan sektor keuangan.
Dia juga menjelaskan, pentingnya inovasi dalam mengejar cita-cita program melek finansial nasional antara lain karena dibutuhkannya upaya khusus untuk mengubah perilaku masyarakat.
"Tidak mungkin ada satu program yang bisa cocok untuk digunakan semua kalangan masyarakat. Sudah ada beberapa program literasi keuangan yang dijalankan OJK bersama industri jasa keuangan dan berbagai lembaga," ungkapnya usai membuka seminar tersebut, Selasa (9/6/2015).
Acara seminar ini diikuti berbagai negara yang memiliki OJK seperti Malaysia, Singapura, China, Australia, dan India. Tujuan acara ini mempercepat keuangan seluruh Indonesia.
"Acara ini yang ke tiga kalinya kami adakan, dan diharapkan seminar ini mampu menggugah pengetahuan masyarakat akan literasi keuangan," terangnya.
Menurutnya, yang menjadi pembicaranya juga dari luar negeri. Mereka akan sharing tentang keuangan inklusi. "Apa yang cocok dan bagus yang dipaparkan mereka kita akan ambil. Kami di sini saling bertukar pengalaman dan pikiran tentang keuangan," pungkasnya.
Seminar tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Dia mengatakan, seminar tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaaan masyarakat akan produk dan layanan sektor keuangan.
Dia juga menjelaskan, pentingnya inovasi dalam mengejar cita-cita program melek finansial nasional antara lain karena dibutuhkannya upaya khusus untuk mengubah perilaku masyarakat.
"Tidak mungkin ada satu program yang bisa cocok untuk digunakan semua kalangan masyarakat. Sudah ada beberapa program literasi keuangan yang dijalankan OJK bersama industri jasa keuangan dan berbagai lembaga," ungkapnya usai membuka seminar tersebut, Selasa (9/6/2015).
Acara seminar ini diikuti berbagai negara yang memiliki OJK seperti Malaysia, Singapura, China, Australia, dan India. Tujuan acara ini mempercepat keuangan seluruh Indonesia.
"Acara ini yang ke tiga kalinya kami adakan, dan diharapkan seminar ini mampu menggugah pengetahuan masyarakat akan literasi keuangan," terangnya.
Menurutnya, yang menjadi pembicaranya juga dari luar negeri. Mereka akan sharing tentang keuangan inklusi. "Apa yang cocok dan bagus yang dipaparkan mereka kita akan ambil. Kami di sini saling bertukar pengalaman dan pikiran tentang keuangan," pungkasnya.
(izz)