Rupiah Ditutup Tertekan Menguatnya USD
Kamis, 11 Juni 2015 - 16:44 WIB
Rupiah Ditutup Tertekan Menguatnya USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup balik arah terkoreksi karena menguatnya USD jelang rilis data retail Mei.
Pelemahan ini sejalan dengan gagalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan. (Baca: Tekanan Jual Meningkat, IHSG Gagal Reli)
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.322/USD. Posisi ini terdepresiasi 7 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.304/USD, melemah 4 poin dibanding penutupan Rabu (10/6/2015) di level Rp13.300/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.302/USD, dengan kisaran harian Rp13.219-Rp13.316/USD. Posisi ini positif 3 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.305/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.292/USD. Posisi ini menguat 37 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.329/USD.
Sementara itu, USD menguat terhadap dolar Selandia Baru. Dolar Selandia merosot 2,5% terhadap USD, penurunan terendah dalam lima tahun terakhir setelah Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) secara mengejutkan memangkas suku bunga 0,25 poin menjadi 3,25% untuk mencegah pelambatan ekonomi.
Dolar Selandia Baru berada di jalur penurunan harian terbesar dalam empat tahun terakhir, jatuh ke 0,6998/USD pada awal perdagangan di London.
Dikutip dari Reuters, USD naik terhadap sejumlah mata uang dunia menjelang data penjualan retail AS dan kembali stabilnya yen. USD terhadap yen diperdagangkan pada 123,40, naik sekitar 0,4%. Sementara euro terhadap yen naik 0,2% menjadi 139,14.
Sementara euro terhadap USD turun 0,4% menjadi 1,1280, namun penurunan yang terjadi terbatas karena optimisme bahwa Yunani kemungkinan mendekati kesepakatan dengan kreditur dan naiknya imbal hasil obligasi.
Para pedagang mengatakan, fokus pasar bergeser kembali ke data AS, yakni laporan penjualan retail Mei 2015. Diperkirakan, penjualan retail AS pada Mei naik 1,1% dari bulan sebelumnya.
(Baca: Rupiah Siang Ini Bertahan di Teritori Hijau)
Pelemahan ini sejalan dengan gagalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan. (Baca: Tekanan Jual Meningkat, IHSG Gagal Reli)
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.322/USD. Posisi ini terdepresiasi 7 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.315/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.304/USD, melemah 4 poin dibanding penutupan Rabu (10/6/2015) di level Rp13.300/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.302/USD, dengan kisaran harian Rp13.219-Rp13.316/USD. Posisi ini positif 3 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.305/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.292/USD. Posisi ini menguat 37 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.329/USD.
Sementara itu, USD menguat terhadap dolar Selandia Baru. Dolar Selandia merosot 2,5% terhadap USD, penurunan terendah dalam lima tahun terakhir setelah Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) secara mengejutkan memangkas suku bunga 0,25 poin menjadi 3,25% untuk mencegah pelambatan ekonomi.
Dolar Selandia Baru berada di jalur penurunan harian terbesar dalam empat tahun terakhir, jatuh ke 0,6998/USD pada awal perdagangan di London.
Dikutip dari Reuters, USD naik terhadap sejumlah mata uang dunia menjelang data penjualan retail AS dan kembali stabilnya yen. USD terhadap yen diperdagangkan pada 123,40, naik sekitar 0,4%. Sementara euro terhadap yen naik 0,2% menjadi 139,14.
Sementara euro terhadap USD turun 0,4% menjadi 1,1280, namun penurunan yang terjadi terbatas karena optimisme bahwa Yunani kemungkinan mendekati kesepakatan dengan kreditur dan naiknya imbal hasil obligasi.
Para pedagang mengatakan, fokus pasar bergeser kembali ke data AS, yakni laporan penjualan retail Mei 2015. Diperkirakan, penjualan retail AS pada Mei naik 1,1% dari bulan sebelumnya.
(Baca: Rupiah Siang Ini Bertahan di Teritori Hijau)
(rna)