DPR Apresiasi Freeport Ubah Status Jadi IUPK

Kamis, 11 Juni 2015 - 17:23 WIB
DPR Apresiasi Freeport...
DPR Apresiasi Freeport Ubah Status Jadi IUPK
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Wira Yudha mengapresiasi langkah PT Freeport Indonesia untuk mengubah status kerja samanya dengan pemerintah, dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

"Karena persyaratan di dalam UU Minerba perubahan kontrak dilakukan setelah waktu berakhir. Ini jauh sebelum waktu berakhir. Makanya kita apresiasi langkah Freeport untuk mengubah dari KK PKP2B menjadi IUPK," ucapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/5/2015).

Dia mengatakan, langkah perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut menandakan bahwa mereka komitmen untuk tetap berinvestasi di Indonesia. Kedaulatan negara pun lebih tampak dengan perubahan status tersebut.

"‎Kita mesti melihat bahwa rezim kontrak dengan rezim izin berbeda. Kita melihat bahwa kedaulatan negara lebih tampak apabila kita mengeluarkan izin dibanding kita berkontrak," tambah dia.

Sebab, sambung Satya, sistem kontrak karya membuat kedudukan negara dan investor sejajar. Sementara dengan IUPK‎, pemerintah berada di atas Freeport karena bisa mengeluarkan dan mencabut izin sendirinya. "Karena itu kewenangan negara sesuai dengan amanah UUD 1945," imbuhnya.

Sementara, mengenai perpanjangan izin usaha hingga 20 tahun atas perubahan sistem tersebut, Satya pun tidak mempersoalkannya. Sebab, dalam UU No 4/2009 tentang Minerba memang diberikan izin 10 tahun dan diperpanjang 10 tahun kemudian.

"‎Jadi apa yang dilakukan pemerintah kepada Freeport pada hari ini mengacu pada UU Minerba Nomor 4 tahun 2009," tandas dia.

Baca:

DPR Nilai Status IUPK Freeport Banyak Kelemahan

Sudirman: Belum Ada Putusan Apapun soal Freeport

Freeport Diizinkan Keruk Tambang Papua hingga 20 Tahun

(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
33 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
10 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
11 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
13 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved