USD Makin Kuat, Rupiah Dibuka Terdepresiasi
Jum'at, 12 Juni 2015 - 10:13 WIB
USD Makin Kuat, Rupiah Dibuka Terdepresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terdepresiasi karena kembali menguatnya USD didukung naiknya data retail Mei.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.326/USD. Posisi ini terdepresiasi 4 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.322/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.325/USD. Posisi ini negatif 23 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.302/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.317/USD. Posisi ini melemah 25 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.392/USD.
Sementara USD menguat tipis pada awal perdagangan hari ini, setelah menguat tinggi didukung positifnya data ekonomi. Hal itu di tengah berhentinya negosiasi utang Yunani dan kreditor, sehingga menempatkan euro defensif.
Dikutip dari Reuters, indeks USD terakhir diperdagangkan di 95,099, pulih dari level terendah satu bulan dari 94,322 pada Rabu. Terhadap yen, USD pada 123,56, membaik dari koreksi pekan ini di 122,46.
Kenaikan USD didukung data penjualan retail yang naik tajam pada bulan Mei, ditambah data ketenagakerjaan yang optimistis baru-baru ini, menunjukkan bahwa ekonomi membaik setelah melemah pada awal tahun ini.
Jika momentum ini dipertahankan, Federal Reserve kemungkinan bisa mulai menaikkan suku bunga di akhir tahun. Namun reaksi USD, sebagian tertahan oleh penurunan imbal hasil obligasi.
Sementara euro merosot ke 1,1242/USD, mundur dari level tertinggi 1,1387/USD pada hari sebelumnya. Mata uang umum meluncur ke level terendah satu pekan dari 1,4478/USD dan cukup stabil terhadap yen di 138,90.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.326/USD. Posisi ini terdepresiasi 4 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.322/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.325/USD. Posisi ini negatif 23 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.302/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.317/USD. Posisi ini melemah 25 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.392/USD.
Sementara USD menguat tipis pada awal perdagangan hari ini, setelah menguat tinggi didukung positifnya data ekonomi. Hal itu di tengah berhentinya negosiasi utang Yunani dan kreditor, sehingga menempatkan euro defensif.
Dikutip dari Reuters, indeks USD terakhir diperdagangkan di 95,099, pulih dari level terendah satu bulan dari 94,322 pada Rabu. Terhadap yen, USD pada 123,56, membaik dari koreksi pekan ini di 122,46.
Kenaikan USD didukung data penjualan retail yang naik tajam pada bulan Mei, ditambah data ketenagakerjaan yang optimistis baru-baru ini, menunjukkan bahwa ekonomi membaik setelah melemah pada awal tahun ini.
Jika momentum ini dipertahankan, Federal Reserve kemungkinan bisa mulai menaikkan suku bunga di akhir tahun. Namun reaksi USD, sebagian tertahan oleh penurunan imbal hasil obligasi.
Sementara euro merosot ke 1,1242/USD, mundur dari level tertinggi 1,1387/USD pada hari sebelumnya. Mata uang umum meluncur ke level terendah satu pekan dari 1,4478/USD dan cukup stabil terhadap yen di 138,90.
(rna)