BTN Targetkan Dana eBatarapos Rp3 Triliun

Minggu, 14 Juni 2015 - 14:09 WIB
BTN Targetkan Dana eBatarapos...
BTN Targetkan Dana eBatarapos Rp3 Triliun
A A A
BANDUNG - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan perolehan dana sebesar Rp3 triliun dari tabungan eBatarapos hingga akhir tahun ini atau meningkat dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar Rp2 triliun.

Produk yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia juga membidik 2,5 juta nasabah untuk memenuhi target tersebut.

”Kami optimistis dapat mencapai target tersebut karena didukung oleh outlet kantor pos yang cukup banyak di Indonesia sekitar 2.942 unit,” ujar Direktur BTN Sis Apik Wijayanto usai peluncuran program Banjir Hadiah Tabungan eBatarapos di Bandung, Minggu (14/6/2015).

Tahun ini, BTN memperkirakan tambahan nasabah baru sekitar 1 juta rekening. Untuk eBatarapos kontribusinya cukup besar, sekitar 10% dari total dana tabungan yang ada di BTN.

Sis Apik menjelaskan, perseroan tahun ini akan meningkatkan dana murah dengan berbagai strategi, salah satunya melalui promosi eBatarapos. Rencananya, program ini akan dilakukan di 11 kota besar di Indonesia.

Setelah Bandung, road show untuk program Banjir Hadiah Tabungan eBatarapos akan dilakukan di Medan, Padang, Palembang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Jayapura dan wilayah Jabodetabek. Road show ke kota-kota tersebut diharapkan sekaligus dapat menjaring masyarakat menjadi nasabah eBatarapos.

”BTN telah menyiapkan hadiah total sebesar Rp3,5 miliar untuk program Banjir Hadiah Tabungan eBatarapos,” jelasnya.

Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Poernomo mengungkapkan, strategi yang akan dilakukan perseroan, antara lain dengan menggunakan program pemerintah seperti bantuan siswa dan bantuan sosial lainnya. Program bantuan ini tidak akan diberikan dalam bentuk tunai melainkan dengan memasukkan dalam tabungan eBatarapos.

Selain itu, kiriman uang dari luar negeri yang dilakukan tenaga kerja Indonesia (TKI) sangat potensial digarap untuk program ini. Menurut Poernomo, ada sekitar Rp14 triliun dana yang dikirim TKI ke Indonesia melalui perseroan. Dari jumlah tersebut, 10% ditargetkan bisa menjadi nasabah eBatarapos.

”Jadi uangnya aman bisa masuk langsung ke tabungan,” ujarnya.

Poernomo menegaskan, meski perseroan menjalankan bisnis jasa keuangan, namun pendapatan PT Pos Indonesia sebagian besar atau sekitar 60% masih disumbang jasa pengiriman paket dan dokumen. Sedangkan bisnis jasa keuangan berkontribusi sekitar 35% ke total pendapatan.

”Sekitar 5% lainnya disumbang dari beberapa bisnis PT Pos, seperti properti,” ungkap dia.

Hingga akhir tahun ini, PT Pos Indonesia menargetkan pendapatan sebesar Rp5,6 triliun atau naik 15% dibandingkan tahun lalu. Meski pendapatan hanya tumbuh 15%, namun Poernomo optimistis laba perseroan akan naik 100% dari sekitar Rp201 miliar pada akhir 2014 menjadi lebih dari Rp400 miliar tahun ini.

”Kenaikan yang signifikan ini akan kita genjot dari efisiensi biaya yang kami lakukan, mulai dari yang kecil hingga yang besar,” katanya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Punya Jajaran Direksi...
Punya Jajaran Direksi Baru, Bank BTN Optimistis Tembus Target 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved