AirAsia Berencana Terbitkan Obligasi Rp4 Triliun
Senin, 15 Juni 2015 - 11:13 WIB
AirAsia Berencana Terbitkan Obligasi Rp4 Triliun
A
A
A
SINGAPURA - AirAsia Bhd (AIRA.KL) berencana menerbitkan obligasi konversi, dengan total USD300 juta atau setara Rp4 triliun (kurs Rp13.333/USD), dengan rincian masing-masing sebesar USD150 juta di Filipina dan Indonesia.
CEO AirAsia Bhd Tony Fernandes dalam suratnya kepada investor menjelaskan bahwa AirAsia juga berencana menjual dan menyewakan kembali 20 pesawatnya ke grup pada tahun ini untuk meningkatkan pendanaan.
"Beberapa rincian di sini masih dalam proses, namun apa yang tertulis, kurang-lebih akan menjadi kenyataan karena gerakan harga saham kami baru-baru ini, sehingga kami berbagi rincian dengan Anda lebih awal dari yang direncanakan," kata Fernandes dalam surat salinan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2015).
Pernyataan Fernandes meningkatkan harga saham perusahaan setelah GMT Research, yang berbasis di Hong Kong mengeluarkan laporan pada pekan lalu, yang mempertanyakan praktik akuntansi AirAsia. GMT menuduhnya menggunakan transaksi dengan perusahaan asosiasi untuk meningkatkan pendapatan.
Sementara saham AirAsia turun 2,2% pada Senin, setelah terkoreksi signifikan dalam lima tahun terakhir pada akhir pekan lalu.
CEO AirAsia Bhd Tony Fernandes dalam suratnya kepada investor menjelaskan bahwa AirAsia juga berencana menjual dan menyewakan kembali 20 pesawatnya ke grup pada tahun ini untuk meningkatkan pendanaan.
"Beberapa rincian di sini masih dalam proses, namun apa yang tertulis, kurang-lebih akan menjadi kenyataan karena gerakan harga saham kami baru-baru ini, sehingga kami berbagi rincian dengan Anda lebih awal dari yang direncanakan," kata Fernandes dalam surat salinan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2015).
Pernyataan Fernandes meningkatkan harga saham perusahaan setelah GMT Research, yang berbasis di Hong Kong mengeluarkan laporan pada pekan lalu, yang mempertanyakan praktik akuntansi AirAsia. GMT menuduhnya menggunakan transaksi dengan perusahaan asosiasi untuk meningkatkan pendapatan.
Sementara saham AirAsia turun 2,2% pada Senin, setelah terkoreksi signifikan dalam lima tahun terakhir pada akhir pekan lalu.
(rna)
Lihat Juga :