Produksi Akan Capai Puncak, Harga Minyak AS Stabil
Rabu, 17 Juni 2015 - 09:50 WIB
Produksi Akan Capai Puncak, Harga Minyak AS Stabil
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) stabil pada awal perdagangan Rabu karena produksi diperkirakan akan segera mencapai puncaknya.
Dikutip dari CNBC, JP Morgan dalam catatannya menyatakan, produksi mingguan minyak AS telah mencatat level tertinggi baru pekan ini, tetapi diperkirakan produksi minyak mentah AS akan mulai menurun secara berurutan mulai bulan ini.
Hal itu berdasarkan data kuatnya permintaan, yang kemungkinan akan mengakibatkan persediaan ketat di paruh kedua tahun ini.
Sementara ANZ Bank menyatakan bahwa investor mengalihkan fokus mereka ke laporan Administrasi Informasi Energi (EIA), yang kemungkinan akan menunjukkan data lain dari persediaan minyak.
Survei Reuters menunjukkan, stok minyak mentah AS diperkirakan telah jatuh 1,7 juta barel pekan lalu. Stok bensin diperkirakan akan turun 300.000 barel.
Minyak mentah AS pengiriman bulan depan diperdagangkan USD59,98/barel pada pukul 00.13 GMT atau 07.13 WIB pada hari Rabu, hampir tidak berubah dari posisi terakhir di kisaran USD5-USD62/barel sejak awal Mei.
Dikutip dari CNBC, JP Morgan dalam catatannya menyatakan, produksi mingguan minyak AS telah mencatat level tertinggi baru pekan ini, tetapi diperkirakan produksi minyak mentah AS akan mulai menurun secara berurutan mulai bulan ini.
Hal itu berdasarkan data kuatnya permintaan, yang kemungkinan akan mengakibatkan persediaan ketat di paruh kedua tahun ini.
Sementara ANZ Bank menyatakan bahwa investor mengalihkan fokus mereka ke laporan Administrasi Informasi Energi (EIA), yang kemungkinan akan menunjukkan data lain dari persediaan minyak.
Survei Reuters menunjukkan, stok minyak mentah AS diperkirakan telah jatuh 1,7 juta barel pekan lalu. Stok bensin diperkirakan akan turun 300.000 barel.
Minyak mentah AS pengiriman bulan depan diperdagangkan USD59,98/barel pada pukul 00.13 GMT atau 07.13 WIB pada hari Rabu, hampir tidak berubah dari posisi terakhir di kisaran USD5-USD62/barel sejak awal Mei.
(rna)
Lihat Juga :