Harga Rumah di China Naik Pertama Kali dalam 13 Bulan
Kamis, 18 Juni 2015 - 12:41 WIB
Harga Rumah di China Naik Pertama Kali dalam 13 Bulan
A
A
A
HONG KONG - Harga rumah baru di China naik untuk pertama kalinya dalam 13 bulan pada Mei. Ini menunjukkan penurunan properti menggembirakan, meskipun overhang persediaan dan gedung baru bisa terus menyeret pada ekonomi tahun ini.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2015), rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar di China naik 0,2% pada Mei dari bulan sebelumnya. Hal ini kenaikan pertama sejak Mei 2014.
Secara tahunan, harga turun untuk bulan kesembilan berturut-turut 5,7%, perlambatan dari penurunan April sebesar 6,1%.
Data resmi pekan lalu menunjukkan persediaan perumahan pada Mei, 21,9% lebih tinggi dari tahun lalu, meskipun telah mereda 0,2% dibanding April.
"Pertumbuhan penjualan dalam sembilan bulan dapat menyebabkan indikator untuk menunjukkan pemulihan investasi properti, tetapi setiap memulihkan akan lebih kalem daripada apa yang kita lihat di masa lalu," kata Louis Kuijs, kepala ekonom Greater China untuk RBS.
Industri properti menyumbang sekitar 12% dari output ekonomi China pada kuartal pertama, tetapi kemerosotan sektor telah memukul permintaan seperti baja dan semen untuk peralatan dan furniture, yang menyumbang sekitar 30% dari PDB.
Pertumbuhan investasi properti melambat menjadi 5,1% pada Januari-Mei dari tahun sebelumnya, data resmi pekan lalu menunjukkan. Sementara, luas lantai properti dijual turun hanya 0,2%, penyempitan dari penurunan 4,8% pada Januari-April.
Data Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan harga rumah baru di Shenzhen mencatat kenaikan tahunan kedua berturut-turut, atau naik 7,5%, ini menunjukan percepatan 0,7% di April.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2015), rata-rata harga rumah baru di 70 kota besar di China naik 0,2% pada Mei dari bulan sebelumnya. Hal ini kenaikan pertama sejak Mei 2014.
Secara tahunan, harga turun untuk bulan kesembilan berturut-turut 5,7%, perlambatan dari penurunan April sebesar 6,1%.
Data resmi pekan lalu menunjukkan persediaan perumahan pada Mei, 21,9% lebih tinggi dari tahun lalu, meskipun telah mereda 0,2% dibanding April.
"Pertumbuhan penjualan dalam sembilan bulan dapat menyebabkan indikator untuk menunjukkan pemulihan investasi properti, tetapi setiap memulihkan akan lebih kalem daripada apa yang kita lihat di masa lalu," kata Louis Kuijs, kepala ekonom Greater China untuk RBS.
Industri properti menyumbang sekitar 12% dari output ekonomi China pada kuartal pertama, tetapi kemerosotan sektor telah memukul permintaan seperti baja dan semen untuk peralatan dan furniture, yang menyumbang sekitar 30% dari PDB.
Pertumbuhan investasi properti melambat menjadi 5,1% pada Januari-Mei dari tahun sebelumnya, data resmi pekan lalu menunjukkan. Sementara, luas lantai properti dijual turun hanya 0,2%, penyempitan dari penurunan 4,8% pada Januari-April.
Data Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan harga rumah baru di Shenzhen mencatat kenaikan tahunan kedua berturut-turut, atau naik 7,5%, ini menunjukan percepatan 0,7% di April.
(izz)
Lihat Juga :