Tanggapan BI Rupiah Masih Berada di Titik Krisis Moneter

Kamis, 18 Juni 2015 - 20:09 WIB
Tanggapan BI Rupiah...
Tanggapan BI Rupiah Masih Berada di Titik Krisis Moneter
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini masih berada di posisi saat terjadi krisis moneter 1998. Rupiah berada di level Rp13.300 per USD, atau sama dengan posisi pada Agustus 1998 silam.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, ‎Tirta Segara menuturkan, melemahnya nilai tukar mata uang tidak hanya terjadi pada rupiah. Sebab, kondisi USD secara umum saat ini menguat terhadap mata uang dunia.

"‎Semua currency melemah kecenderungannya. Memang besarannya beda-beda, tergantung dari kondisi negara. Bahkan ada negara-negara tertentu yang sengaja melemahkan mata uang," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Tirta menyebutkan, pelemahan mata uang rupiah bukan yang paling buruk. Brazil dan Turki secara year to date mengalami pelemahan 11% hingga 14%. Sementara pelemahan rupiah masih di kisaran 7,5%. (Baca juga: BI dan Pemerintah Diminta Tanggapi Serius Pelemahan Rupiah

"Ya, semua melemah, nanti tergantung bandingannya. Euro waktu melemah tajam, jadi rupiah kita sempat seperti menguat terhadap Euro. Tapi sekarang Euro seperti ada perbaikan, tetapi masih tertahan oleh Greece (Yunani)," imbuhnya.

Meskipun rupiah tergempur penguatan USD, lanjut Tirta, namun nilai tukar rupiah terhadap Yen masih dalam kondisi stabil. Kondisi rupiah terhadap mata uang Negeri Sakura tersebut berada di kisaran Rp118 hingga Rp120 per yen. "Dengan euro, pernah menguat terhadap euro malahan. Jadi, enggak semua terus melemah," pungkasnya.

Baca juga:

HT: Tidak Ada Teori Rupiah Menguat Itu Buruk

Penyebab Pelemahan Rupiah Tak Mampu Dongkrak Ekspor

HT: Rupiah Menguat Bagus bagi Ekonomi Indonesia
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved