Harga Minyak Turun Jelang Data Manufaktur China
Selasa, 23 Juni 2015 - 09:55 WIB
Harga Minyak Turun Jelang Data Manufaktur China
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia turun di perdagangan Asia pada hari ini di tengah kekhawatiran baru atas kelebihan dan permintaan minyak global menjelang data manufaktur awal dari China dan Jepang.
Namun perkiraan turunnya stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) menempatkan harga minyak lebih rendah. Analis di ANZ memperkirakan, penurunan 1,5 juta barel pada persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 16 sen menjadi USD63,18/barel pada pukul 0110 GMT atau 08.10 WIB, setelah penutupan sesi sebelumnya naik 32 sen.
Minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus turun 18 sen menjadi USD60,20/barel. Kontrak Juli, yang berakhir pada hari Senin ditutup naik 7 sen menjadi USD59,68/barel.
"Saya pikir data PMI Jepang dan China membebani pasar," kata Kepala Investasi di Sydney Ayers Alliance Jonathan Barratt seperti dilansir Reuters, Selasa (23/6/2015).
Data PMI Juni Jepang yang akan dirilis pagi ini, diikuti oleh China. China dan Jepang merupakan dua importir minyak terbesar di Asia. Sementara data PMI zona Eropa akan dirilis pada Selasa waktu setempat.
"Meskipun akhir-akhir ini data lemah, namun pertumbuhan di wilayah ini harus mendukung harga minyak mentah," tulis Phillip Futures dalam sebuah catatannya.
Adapun pertumbuhan stok bensin AS, yang meningkat hampir 500.000 barel dalam sepekan, yang berakhir 12 Juni. Produksi minyak mentah AS sekitar 9,6 juta barel per hari(bph) dan 2 juta bph dari kelebihan kapasitas oleh produsen minyak OPEC menambah kekhawatiran kelebihan pasokan.
Namun perkiraan turunnya stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) menempatkan harga minyak lebih rendah. Analis di ANZ memperkirakan, penurunan 1,5 juta barel pada persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 16 sen menjadi USD63,18/barel pada pukul 0110 GMT atau 08.10 WIB, setelah penutupan sesi sebelumnya naik 32 sen.
Minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus turun 18 sen menjadi USD60,20/barel. Kontrak Juli, yang berakhir pada hari Senin ditutup naik 7 sen menjadi USD59,68/barel.
"Saya pikir data PMI Jepang dan China membebani pasar," kata Kepala Investasi di Sydney Ayers Alliance Jonathan Barratt seperti dilansir Reuters, Selasa (23/6/2015).
Data PMI Juni Jepang yang akan dirilis pagi ini, diikuti oleh China. China dan Jepang merupakan dua importir minyak terbesar di Asia. Sementara data PMI zona Eropa akan dirilis pada Selasa waktu setempat.
"Meskipun akhir-akhir ini data lemah, namun pertumbuhan di wilayah ini harus mendukung harga minyak mentah," tulis Phillip Futures dalam sebuah catatannya.
Adapun pertumbuhan stok bensin AS, yang meningkat hampir 500.000 barel dalam sepekan, yang berakhir 12 Juni. Produksi minyak mentah AS sekitar 9,6 juta barel per hari(bph) dan 2 juta bph dari kelebihan kapasitas oleh produsen minyak OPEC menambah kekhawatiran kelebihan pasokan.
(rna)
Lihat Juga :