Sawit Sumber Mas Raih Pinjaman USD110 Juta

Rabu, 24 Juni 2015 - 09:30 WIB
Sawit Sumber Mas Raih...
Sawit Sumber Mas Raih Pinjaman USD110 Juta
A A A
JAKARTA - PT Sawit Sumber Mas Sarana Tbk (SSMS) menjaminkan aset perusahaan untuk memperoleh pinjaman senilai USD110 juta.

Aset yang dijaminkan berupa hak guna usaha (HGU) yang sudah disetujui rapat pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Direktur Keuangan SSMS Harry M Nadir mengatakan, pinjaman tersebut akan digunakan untuk menutup utang (refinancing). Saat ini dana existing yang tersedia baru sebesar Rp1,5 triliun.

”Kita refinancing pinjaman yang ada dengan tambah utang baru. Yang existing Rp1,5 triliun. Tambahan utangnya kurang lebih USD110 juta,” ujar Harry seusai RUPSLB di Jakarta kemarin. Dia melanjutkan, pinjaman tersebut akan diperoleh lewat PT Bank Mandiri Tbk serta Bank Exim dengan tenor selama lima tahun.”Bank Mandiri sebagai lead sindikasi bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Bank Exim), ada dua bank,” ujarnya.

Dari kedua bank tersebut, porsi pinjaman masing-masing mencapai 50%. Adapun alokasinya, dana pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan usaha dengan mengakuisisi lahan. Dia mengakui, perseroan belum menentukan lahan mana saja yang akan diakuisisi. Namun, yang jelas aksi korporasi tersebut akan direalisasikan pada semester II tahun ini. ”Lokasi lahannya belum, yang penting dananya dulu. Mudah-mudahan semester II, jika dapat kebun bagus, bisa meningkatkan nilai perusahaan,” paparnya.

Direktur Utama SSMS Rimbun Situmorang menambahkan, terkait kebijakan pemerintah yang menetapkan pemberlakuan iuran melalui Crude Palm Oil (CPO) Supporting Fund atau CSF pada 1 Juli mendatang, diharapkan dapat mendorong permintaan domestik yang saat ini masih dibawah 10% dari total penjualan tahun ini sebanyak 330.000 metrik ton. ”Dengan adanya kebijakan yang baru bisa meningkatkan permintaan dalam negeri,” ujarnya.

Jika permintaan dalam negeri meningkat, akan berpengaruh pada peningkatan harga secara global. Pasalnya, apabila konsumsi naik maka tentu harga akan terkoreksi. Rimbun mengakui, kebijakan CSF tidak akan berdampak pada perseroan lantaran masih memproduksi CPO untuk permintaan dalam negeri. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan ekspor.

Direktur Pemasaran Sawit Sumber Mas Sarana Ramzi Satria menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu rencana pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan yang mewajibkan perusahaan membayar CSF sebesar USD50 untuk setiap ton minyak sawit mentah yang diekspor.

Menurut Ramzi, jika dilihat dari efeknya, ada tujuan positif dari pemberlakuan fund CPO ini, di antaranya untuk menstimulus industri downstream (hilir). Namun, para produsen masih memohon agar pemerintah meninjau besaran tersebut.

Arsy ani s
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved