PPN Naik Jadi 12% Mulai Tahun Depan, Siap-siap! Inflasi Ikut Terkerek
Senin, 18 November 2024 - 20:16 WIB
loading...
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diprediksi masih akan stagnan di kisaran 5%, seiring rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12% pada awal 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diprediksi masih akan stagnan di kisaran 5%, seiring rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12% pada awal 2025. Menurut Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menerangkan, pemerintah perlu memperhatikan inflasi yang bisa naik dari rencana kenaikan tarif PPN jadi 12% .
"PPN, pemerintah kemungkinan besar akan menaikkan dari 11 persen menjadi 12 persen dan ini memang akan mendorong kenaikan inflasi," jelas Josua dalam Permata Bank Wealth Wisdom 2024 di Park Hyatt Jakarta, Senin (18/11/2024).
Baca Juga: Bisa Akibatkan Stagnasi Ekonomi, Kenaikan PPN 12% Dinilai Belum Waktunya
Meski PPN naik 12% akan mendorong inflasi, Josua menargetkan masih di kisaran 3 persen. Hal itu juga didorong dengan potensi turunnya suku bunga yang juga cenderung terbatas di tahun depan.
Sebagai informasi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap bersikeras mengerek naik pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%. Kebijakan ini akan berdampak kepada tingginya harga barang, dan biaya produksi.
"PPN, pemerintah kemungkinan besar akan menaikkan dari 11 persen menjadi 12 persen dan ini memang akan mendorong kenaikan inflasi," jelas Josua dalam Permata Bank Wealth Wisdom 2024 di Park Hyatt Jakarta, Senin (18/11/2024).
Baca Juga: Bisa Akibatkan Stagnasi Ekonomi, Kenaikan PPN 12% Dinilai Belum Waktunya
Meski PPN naik 12% akan mendorong inflasi, Josua menargetkan masih di kisaran 3 persen. Hal itu juga didorong dengan potensi turunnya suku bunga yang juga cenderung terbatas di tahun depan.
Sebagai informasi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap bersikeras mengerek naik pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12%. Kebijakan ini akan berdampak kepada tingginya harga barang, dan biaya produksi.
Lihat Juga :