Menkeu Teken Komitmen Pengendalian Gratifikasi

Rabu, 24 Juni 2015 - 10:58 WIB
Menkeu Teken Komitmen...
Menkeu Teken Komitmen Pengendalian Gratifikasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro melakukan penandatanganan komitmen pengendalian gratifikasi di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.

Hal ini dilakukan karena banyaknya kebiasaan masyarakat yang yang memberikan uang atau barang kepada aparat atau petugas.

Dia mengatakan, pada dasarnya gratifikasi merupakan bentuk rasa terima kasih pihak tertentu kepada aparat atau pejabat pemerintah, yang bisa memicu tindakan negatif.

"Ada kebiasaan di masyarakat berupa tanda terima kasih kepada aparat atau petugas baik barang atau uang, di mana jasa itu kewajiban. Pemberian kepada aparat inilah gratifikasi. Ini kebiasaan negatif dan memicu perilaku koruptif di kemudian hari. Inilah yang ingin kami cegah," kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Di Kementerian ESDM, dia menjelaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011 melakukan survei pemahaman gratifikasi bahwa 31% masyarakat belum tahu kegiatan tersebut masuk dalam kegiatan korupsi.

"Maka perlu pemahaman partisipasi aktif dari masyarakat dan stakeholder. Upaya pengendalian gratifikasi hendak diberi perhatian yang sama," ujarnya.

Di sinilah, imbuh Bambang, peran aparatur negara yang harus tegas menolak atau melaporkan pemberian hadiah bila berhubungan dengan jabatan.

"Selain pelaporan itu, kita juga harus sosialisasi seluas-luasnya. Belum lama ini, presiden (Jokowi) pada acara pernikahan anaknya, beliau umumkan tidak boleh memberi hadiah. Ini teladan yang bisa kita tiru sebagai aparatur negara," tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini akan tercermin birokrasi yang baik dan pemerintahan yang bersih ke depannya.

"Birokrasi berbenah diri untuk ciptakan clean governance. Reformasi birokrasi menampakan hasil penyederhanaan dan perbaikan etika. Kini kita melangkah lebih dalam agar tubuh birokrasi bebas korupsi dari pengendalian gratifikasi ini," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
30 menit yang lalu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
52 menit yang lalu
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
2 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
3 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved