DPR Apresiasi Pertamina Dapat Jatah 70% Blok Mahakam

Rabu, 24 Juni 2015 - 13:23 WIB
DPR Apresiasi Pertamina...
DPR Apresiasi Pertamina Dapat Jatah 70% Blok Mahakam
A A A
JAKARTA - Keputusan pemerintah untuk memberikan 70% pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina mendapat tanggapan positif dari DPR. Langkah tersebut dianggap tepat dan sesuai komitmen pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam Ali mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut. Menurutnya, pemerintah menunjukkan komitmen serius untuk mengambi-lalih dan mengelola blok migas yang habis kontrak kerjanya.

"Saya apresiasi keputusan pemerintah itu. Angka 70% harus dilihat positif karena yang terpenting Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) pegang mayoritas," katanya, Rabu (24/6/2015).

Wakil Sekretaris FPKB itu menambahkan, pemerintah hendaknya tidak hanya mengambil-alih pengelolaan Blok Mahakam. Tapi blok-blok dan wilayah pertambangan lainnya yang akan habis kontraknya dikelola negara melalui BUMN.

"Tidak hanya Blok Mahakam yang kita take over, blok migas dan kontrak kerja pertambangan lainnya yang akan habis kontraknya harus dikelola negara. Nanti BUMN yang ditugasi langsung dalam operasionalnya," ujar dia.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, kebijakan pemerintah ini sudah selayaknya disambut baik oleh Pertamina. Untuk itu BUMN migas tersebut harus memiliki persiapan matang dari segala aspek jika nantinya ingin menguasai 100% pengelolaan Blok Mahakam.

"Saya sebenarnya setuju saja nasionalisasi migas atau tambang apapun. Tapi tidak harus dipaksa, karena ini terkait hubungan multilateral," kata Agus.

Agus menyarankan agar Pertamina mempersiapkan segala sesuatu untuk mencaplok Blok Mahakam dalam kurun waktu tiga tahun ini. Mulai dari sumber daya manusia, kilang pengolahan gas, sampai pasar penjualan gas tersebut.

Blok Mahakam merupakan salah satu ladang gas terbesar di Indonesia. ‎Pada akhir maka kontrak 2017 diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 triliun kaki kubik (TCF). Dari jumlah itu diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.

"Enggak mudah menangani produksi gas sebesar itu. Buat PT Total E&P Indonesie menguntungkan, tapi belum tentu diambilalih Pertamina menguntungkan kalau mereka enggak siap dengan segala sesuatunya. Jangan sampai pendapatan negara malah turun," tegas Agus.

Persiapan yang dibutuhkan Pertamina dalam mengakuisisi Blok Mahakam, antara lain SDM, kekuatan pendanaan karena praktis akan menjadi beban perusahaan pelat merah tersebut, dan kilang gas yang sanggup mengolah produksi gas.

Paling penting mencari jaringan penjualan. Sebab Pertamina harus memastikan pasar Total E&P Indonesie mau membeli produksi gas Pertamina dari Blok Mahakam. Gas yang sudah dieksplorasi harus segera dijual.

"Pastikan pasar Total masih mau beli gas kita, ini enggak mudah karena harus dibicarakan lagi karena terkait fee dan mekanisme lain. Jangan sampai kayak gas dari Tangguh, sudah dibawa kapal ke mana-mana tapi Amerika Serikat enggak mau beli karena sudah ada shale gas," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelola 2 Blok Migas...
Kelola 2 Blok Migas Raksasa, Pengamat: Pertamina Menjawab Keraguan
Gandeng Eni, Pertamina...
Gandeng Eni, Pertamina Resmi Kelola Blok Peri Mahakam
GM PHM: Tantangan Kian...
GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis
PHI Capai Produksi Minyak...
PHI Capai Produksi Minyak 47.800 Bph di Triwulan II/2021
Cari Cadangan Ekonomis,...
Cari Cadangan Ekonomis, PHM Mulai Bor Sumur Eksplorasi TDE C-1X
Topang Produksi WK Mahakam,...
Topang Produksi WK Mahakam, PHM Mulai Proses Sail Away Jacket Proyek JSN
Berita Terkini
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
40 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
1 jam yang lalu
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
1 jam yang lalu
Memahami Tugas Gubernur...
Memahami Tugas Gubernur BI dan Wewenangnya di Bank Indonesia
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama Danantara,...
Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Catatkan Rekor Performa Positif Separuh Pertama 2026
2 jam yang lalu
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved