Penarikan Uang Tunai Rp6,6 Triliun

Jum'at, 26 Juni 2015 - 10:10 WIB
Penarikan Uang Tunai...
Penarikan Uang Tunai Rp6,6 Triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, realisasipenarikan uang tunai untuk periode Ramadan atau sejak 18-24 Juni 2015 telah mencapai Rp6,6 triliun atau sekitar 5,3% dari proyeksi sebesar Rp125,2 triliun.

Jumlah tersebut terdiri atas penarikan uang tunai di Jawa Rp4,1 triliun atau 5,4% dari proyeksi Rp76 triliun, Sumatera Rp1,5 triliun, Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) Bali Nusa Tenggara (Nusra) mencapai Rp600 miliar, dan Kalimantan mencapai Rp400 miliar. Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Yudi Harymukti mengatakan, penarikan uang dalam layanan kas titipan telah mencapai Rp433,1 miliar, terutama di wilayah Sumatera yakni sekitar Rp173,3 miliar.

Sementara penukaran uang dalam kegiatan kas keliling telah mencapai Rp56,9 miliar. Menurutnya, mayoritas penukaran uang dalam kas keliling paling banyak di Jawa sekitar Rp18,7 miliar. “Sementara di Kalimantan sekitar Rp16,9 miliar; Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) Bali, Nusa Tenggara (Nusra) sekitar Rp12,2 miliar; dan Sumatera Rp9,1 miliar,” kata Yudi saat diskusi bersama media mengenai layanan kas periode Ramadan/Idul Fitri 1436 H di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan pecahan, lanjut Yudi, secara nominal pecahan tertinggi yang ditukarkan masyarakat sebesar Rp20.000 atau sekitar 36%. “Sementara, berdasarkan jumlah lembar/keping penukaran tertinggi adalah untuk pecahan Rp2.000 atau sekitar 31%, diikuti pecahan uang Rp5.000 sebesar 30%,” ujar dia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengungkapkan, di wilayah DKI Jakarta penukaran dilayani oleh 62 kantor bank. Sementara titik lokasi penukaran terbanyak berada di wilayah Jakarta Pusat (23), diikuti Jakarta Selatan (13), dan Jakarta Timur (11). Seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transaksi kartal, uang yang diedarkan periode lebaran mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,7% per tahun.

Tirta menuturkan, outflow periode Ramadan/Idul Fitri pada tahun ini diperkirakan mengalami sedikit perubahan -4,6% sampai 0,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp124,8 triliun.

Kunthi fahmar sandy
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
10 menit yang lalu
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
45 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
55 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
2 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved