Jumlah Rig Diprediksi Naik, Harga Minyak AS Turun

Sabtu, 27 Juni 2015 - 12:12 WIB
Jumlah Rig Diprediksi...
Jumlah Rig Diprediksi Naik, Harga Minyak AS Turun
A A A
NEW YORK - Minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) turun pada Jumat waktu setempat karena tanda akan naiknya jumlah rig pengeboran di negara itu.

Sentimen lainnya, Iran menghadapi kesulitan lanjutan dalam mengamankan kesepakatan nuklir untuk mengakhiri sanksi terhadap ekspor minyaknya.

Sementara sebuah bom bunuh diri oleh militan ISIS di Kuwait, yang menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 200 orang menimbulkan kekhawatiran keamanan pasokan minyak Timur Tengah dan mendorong harga minyak mentah.

Tindakan kekerasan lainnya dengan berbagai dampak di pasar minyak, termasuk serangan teror di Prancis; penembakan 28 orang di Tunisia, termasuk turis barat, dan pembunuhan setidaknya 145 warga sipil di Suriah utara oleh militan ISIS.

Di Yunani, Menteri Keuangan Yanis Varoufakis mengatakan bahwa dia melihat tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mencapai kesepakatan dengan kreditr pada Sabtu waktu setempat setelah Athena berupaya mencapai kesepakatan yang akan membantu mencegah default utang dan tinggal di zona Eropa.

Seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan, bagaimanapun, pembayaran utang Yunani ke IMF kemungkinan akan mundur beberapa hari dari batas waktu.

"Jika ada resolusi untuk masalah Yunani, pasar akan mendapatkan dorongan besar," kata analis di Harga Futures Group Phil Flynn seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (27/6/2015).

Minyak Brent naik sedikit setelah jatuh selama dua hari berturut-turut. Tapi minyak mentah AS memperpanjang penurunan setelah indikasi bahwa jumlah rig minyak negara itu akan segera naik.

Adapun minyak Brent ditutup naik 6 sen atau 0,1% menjadi USD63,26/barel. Sepanjang pekan ini, minyak Brent naik 0,3%. Sedangkan minyak mentah AS turun 7 sen atau 0,1% menjadi USD59,63.

Di antara produk minyak sulingan, bensin naik 0,6%, sementara sulfur diesel ultra rendah mendatar setelah penurunan tajam di sesi terakhir.

Perusahaan jasa minyak Baker Hughes menyatakan, jumlah rig minyak AS turun tiga pada pekan ini. Ini adalah penurunan terkecil dalam lima pekan dan tanda bahwa jatuhnya pengeboran AS akan segera berakhir, dengan harga minyak mentah pulih setelah merosot 60% antara Juni dan Maret tahun ini.

"Kami keluar dari posisi terbawahnya dan harus mengakhiri penurunan (jumlah rig) ini dalam beberapa pekan mendatang," kata Direktur Riset Komoditas Clipper Data Matt Smith.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved