PM Yunani Gelar Referendum Atasi Kebuntuan Bailout

Sabtu, 27 Juni 2015 - 14:20 WIB
PM Yunani Gelar Referendum...
PM Yunani Gelar Referendum Atasi Kebuntuan Bailout
A A A
ATHENA - Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras akan segera menggelar referendum untuk mengatasi kebuntuan mengenai pembicaraan dana talangan (bailout) dengan kreditor internasional dan menyerukan menolak usulan serta demi menghasilkan kesepakatan dalam menentukan masa depan Yunani di Eropa.

Referendum dilakukan setelah negosiasi berkepanjangan selama lima bulan antara Yunani dan kreditor yang tidak meghasilkan kesepakatan.

Setelah pembicaraan alot di Brussels, Tsipras menolak proposal kreditor dan menyebutnya sebagai sebuah pemerasan. Sementara di televisi nasional, dia mengumumkan rencana untuk melakukan referendum pada 5 Juli mendatang.

"Tanggung jawab kami adalah untuk masa depan Yunani. Tanggung jawab ini mewajibkan kita untuk menanggapi ultimatum melalui kedaulatan rakyat Yunani," kata Tsipras dalam pidatonya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (27/6/2015).

Dia mengatakan, akan menghormati hasil pemungutan suara dalam referendum mendatang. Namun, dia berpendapat, tuntutan kreditor jelas melanggar aturan-aturan sosial di Eropa dan hak-hak dasar, yang bisa memukul ekonomi Yunani dan menghina rakyat Yunani.

Menteri yang muncul pada pertemuan kabinet menyakini bahwa Yunani akan memilih tidak setuju dengan usulan itu dan menolak tuntutan bailout, meninggalkan pertanyaan terbuka apakah negara memiliki pilihan lain, selain keluar dari zona Eropa.

Referendum ini juga menyebabkan sistem perbankan menjadi perhatian, meskipun wakil menteri mengatakan tidak ada rencana untuk memberlakukan kontrol modal dan perbankan akan buka seperti biasa pada Senin pekan depan.

"Risiko Grexit telah meningkat pesat, dari sebelumnya 20% menjadi minimal 50%. Menghindari kontrol modal pada pekan depan akan sangat sulit, jika tidak mustahil," kata Wolfgango Piccoli dari Teneo Intelligence dalam sebuah catatannya.

Zona Eropa telah menawarkan memberikan dana talangan miliaran euro jika Yunani menerima dan melaksanakan usulan mereka, yakni pemangkasan baru dalam belanja pensiun dan pajak reformasi yang ditentang pemerintah untuk mengakhiri penghematan.

Tanpa dana talangan, Athena akan default utang sebesar 1,6 miliar euro kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa pekan depan, mendorong Yunani lebih dekat keluar dari zona Eropa dan bisa menyebabkan kekacauan ekonomi dan pasar keuangan di kawasan itu.

Parlemen Yunani mengadakan sidang pada Sabtu siang waktu setempat untuk menyetujui rencana referendum, sebelum menteri keuangan zona Eropa bertemu di Brussels untuk membahas tawaran bantuan dari Eropa dan IMF kepada Yunani.

Seorang pejabat Eropa mengatakan, para menteri akan membahas rencana B demi membatasi dampak default Yunani ke perbankan di negara itu dan negara-negara zona Eropa lainnya serta pasar jika Athena menolak tawaran mereka.

Sementara Tsipras mengatakan, dia akan meminta perpanjangan bailout yang berakhir pada 30 Juni mendatang dalam beberapa hari untuk mengakomodasi referendum.

Dia juga berbicara dengan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi untuk membahas referendum, dan pejabat senior pemerintah akan bertemu dengannya pada Sabtu.

Dengan sektor perbankan Yunani bergantung kepada dana bank sentral untuk tetap bertahan, ECB akan memainkan peran penting dalam menjaga sistem agar tak berubah selama beberapa hari ke depan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Eropa, Salah Satunya Lagi Perang
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
15 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
19 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
20 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved