Indonesia Bisa Belajar Ini dari Yunani

Kamis, 02 Juli 2015 - 20:38 WIB
Indonesia Bisa Belajar...
Indonesia Bisa Belajar Ini dari Yunani
A A A
JAKARTA - Indonesia hendaknya bisa mengambil pelajaran dari kasus Yunani yang tidak mampu membayar utang ke International Monetary Fund (IMF) sebesar 1,5 miliar Euro.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pelajaran penting yang bisa diambil dari Indonesia adalah dengan menjaga fiskal sustainbility.

Menkeu menjelaskan, Yunani sebelum kondisinya sepertinya sekarang, negara tersebut menggampangkan beberapa hal yang berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi negaranya.

"Yunani itu seenaknya saja bikin defisit budget sebesar 8%. Kemudian mereka menutupnya pakai Utang Luar Negeri (ULN). Ujung-ujungnya, debt to GDP rasionya 50-70%," kata Bambang saat acara diskusi bersama di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Kamis (2/7/2015)

Eropa, kata dia, gampang sekali mendapatkan utang dari luar negeri, sehingga mereka terkesan tidak serius dalam pengumpulan pajak dalam dan luar negeri negaranya.

"Mereka akhirnya enggak biasa narik pajak dari dalam dan proyek luar negeri. Makanya ketika surat utang mereka enggak prospektif, mereka jadi bingung nutupnya bagaimana. Karena enggak biasa narik pajak, ya akhirnya mereka jatuh," terangnya.

Jadi, kata dia fiskal sustainbility adalah hal penting. Kondisi Yunani sekarang sama seperti Indonesia pada 1998 yang mengalami krisis terparah waktu itu dengan pertumbuhan ekonomi yang minus -14%

"Pada 1990-1997 tumbuh 7% itu pertumbuhan yang the best sepanjang masa. Kemudian 1998 minus 14%. Just like that. Itu karena waktu itu, kita enggak bisa jaga stabilitas," pungkas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tolak Sanksi Ekonomi,...
Tolak Sanksi Ekonomi, UE Bersumpah Perluas Daftar Blacklist Turki
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
3 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved