India Pilih Rangkul Dolar Daripada Mata Uang BRICS, Ini Alasannya

Minggu, 05 Januari 2025 - 15:55 WIB
loading...
India Pilih Rangkul...
India yang menjadi salah satu negara pendiri BRICS memilih untuk merangkul dolar AS ketimbang mata uang baru yang tengah dikembangkan blok tersebut. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dalam rangkaian peristiwa yang cukup mengejutkan, salah satu negara BRICS - India, telah mengumumkan niatnya merangkul Presiden terpilih AS Donald Trump dan dolar AS ketimbang mata uang baru yang tengah dikembangkan blok tersebut.

Seperti diketahui, dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya akhir tahun lalu, Trump menyatakan akan mengenakan tarif pada negara-negara BRICS. Peringatan tersebut ditujukan kepada negara-negara di belahan bumi selatan yang berusaha menciptakan mata uang perdagangan mereka sendiri. Selama masa kampanye kepresidenannya, Trump pun terus menekankan pentingnya mempertahankan status global dolar AS.

Baca Juga: Perkuat BRICS, China dan Rusia Tetap Bergandengan Tangan di Tahun Baru 2025

Dengan terpilihnya Trump, India dilaporkan telah menyerukan untuk memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat. Secara khusus, India telah menyatakan dengan jelas keinginan mereka untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Barat.

"Kami menantikan keterlibatan yang sangat mendalam dan substantif dengan pemerintahan AS yang baru," kata Menteri Perdagangan India, seperti dilansir Watcher Guru, dikutip Minggu (5/1/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Rekomendasi
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Infografis
Dolar AS Makin Tersisih,...
Dolar AS Makin Tersisih, 47 Negara Siap Bergabung dengan BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved