IHSG Diprediksi Reli, Perhatikan Saham Ini
Jum'at, 03 Juli 2015 - 08:12 WIB
IHSG Diprediksi Reli, Perhatikan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi dapat menguat lebih lanjut dan bertahan pada zona positif.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, meski demikian, tetap perlu mewaspadai potensi pembalikan arah seiring pola yang biasanya terulang.
"Di mana setiap kali kenaikan akan diikuti aksi-aksi profit taking. Tetap waspadai dan antisipasi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/7/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.900-4.932 dan resisten 4.954-4.972. Laju IHSG masih bertahan di atas area target support 4.870-4.889 dan mampu melewati area target resisten 4.915-4.945.
"Pasca mengalami pelemahan, laju IHSG kemarin mampu kembali menguat seiring aksi beli yang kembali terjadi. Aksi beli tampak ditunjukkan pada saham-saham properti dan perkebunan," jelas Reza.
Selain itu, beberapa saham keuangan, sehingga turut membantu IHSG mengalami lonjakan. Kemudian imbas dari mulai adanya harapan penyelesaian utang Yunani, yang diperkirakan akan menerima proposal bailout untuk menyelamatkan keuangan negara.
Hal tersebut agar terhindar dari potensi gagal bayar, berimbas pada prilaku para pelaku pasar. Imbas tersebut memberikan sentimen positif, sehingga pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk bargain hunting.
"Kembalinya asing melakukan aksi jual dan kurang didukung laju rupiah yang cenderung stagnan turut melemahkan IHSG. Transaksi asing nett buy (dari net sell Rp212 miliar menjadi net buy Rp197,38 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Wika Beton (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.585-Rp3.010. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di 2.885.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.000-Rp5.275. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.100.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama di atas Rp335.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp595. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp565.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp20.900-Rp21.900. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp21.750.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.800-Rp9.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas 8.900.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, meski demikian, tetap perlu mewaspadai potensi pembalikan arah seiring pola yang biasanya terulang.
"Di mana setiap kali kenaikan akan diikuti aksi-aksi profit taking. Tetap waspadai dan antisipasi pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/7/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.900-4.932 dan resisten 4.954-4.972. Laju IHSG masih bertahan di atas area target support 4.870-4.889 dan mampu melewati area target resisten 4.915-4.945.
"Pasca mengalami pelemahan, laju IHSG kemarin mampu kembali menguat seiring aksi beli yang kembali terjadi. Aksi beli tampak ditunjukkan pada saham-saham properti dan perkebunan," jelas Reza.
Selain itu, beberapa saham keuangan, sehingga turut membantu IHSG mengalami lonjakan. Kemudian imbas dari mulai adanya harapan penyelesaian utang Yunani, yang diperkirakan akan menerima proposal bailout untuk menyelamatkan keuangan negara.
Hal tersebut agar terhindar dari potensi gagal bayar, berimbas pada prilaku para pelaku pasar. Imbas tersebut memberikan sentimen positif, sehingga pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk bargain hunting.
"Kembalinya asing melakukan aksi jual dan kurang didukung laju rupiah yang cenderung stagnan turut melemahkan IHSG. Transaksi asing nett buy (dari net sell Rp212 miliar menjadi net buy Rp197,38 miliar)," pungkasnya.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Wika Beton (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.585-Rp3.010. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di 2.885.
PT Link Net Tbk (LINK) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp5.000-Rp5.275. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp5.100.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp300-Rp345. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama di atas Rp335.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp560-Rp595. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp565.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp20.900-Rp21.900. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp21.750.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp8.800-Rp9.100. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas 8.900.
(izz)
Lihat Juga :