Jumlah Rig Naik, Harga Minyak AS Turun

Jum'at, 03 Juli 2015 - 10:24 WIB
Jumlah Rig Naik, Harga...
Jumlah Rig Naik, Harga Minyak AS Turun
A A A
SINGAPURA - Harga minyak AS pada perdagangan hari ini turun lantaran jumlah rig meningkat yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan dan egulator China membuka penyelidikan dugaan manipulasi pasar saham

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2015) harga minyak mentah berjangka AS untuk bulan depan diperdagangkan pada harga USD56,72 per barel pada pukul 02.12 GMT, turun 21 sen.

Itu berarti bahwa minyak mentah AS telah jatuh pada kisaran harga USD57-USD62 per barel sejak awal Mei. Harga minyak mentah brent turun 3 sen menjadi USD62,04 per barel. Namun, kontrak tetap menjaga tren penurunan sejak awal Mei dan harga turun hampir 10%.

"Sentimen negatif berasal dari hitungan rig minyak AS meningkat, setelah jatuh selama enam bulan. Produsen Shale AS telah menurunkan biaya USD35 sampai USD20 per barel," kata ANZ Bank.

Meningkatnya jumlah rig AS semakin mendekati rekor produksi OPEC dan Rusia. Para pedagang mengatakan bahwa pasar komoditas Asia juga dipengaruhi laporan bahwa regulator China telah membuka penyelidikan dugaan manipulasi pasar setelah kemerosotan lebih dari 20% saham China sejak pertengahan Juni.

Kemarin, indeks Komposit Shanghai SSEC patokan turun di bawah 4.000 poin untuk pertama kalinya sejak April. Para analis telah meramalkan bahwa lebih banyak investor konservatif akan mulai menutup posisi leverage jika indeks turun di bawah 4.000.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved