BI Catat Kredit hingga Mei Rp3.792 triliun

Selasa, 07 Juli 2015 - 13:39 WIB
BI Catat Kredit hingga...
BI Catat Kredit hingga Mei Rp3.792 triliun
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan, posisi kredit hingga bulan Mei tahun ini sebesar Rp3.792,8 triliun, atau tumbuh 10,3% secara year on year (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Relatif stabilnya pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit modal kerja (KMK) yang meningkat, di tengah menurunnya pertumbuhan kredit investasi (KI).

Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs menuturkan, posisi KMK tercatat sebesar Rp1.785,4 triliun, tumbuh 10,1% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya (8,9%).

"Secara sektoral, peningkatan KMK terjadi pada sektor industri pengolahan dan konstruksi, yang masing-masing tumbuh 16,8% (yoy) dan 26,4% (yoy), naik dari 15,4% (yoy) dan 24,2% (yoy) pada April 2015," ujar dia di Jakarta, Selasa (7/7/2015).

‎Sementara itu, penyaluran KI pada Mei 2015 tercatat sebesar Rp932,0 triliun atau tumbuh 11,0% (yoy), lebih rendah dibandingkan April 2015 (11,2%).

Secara sektoral, perlambatan pertumbuhan KI terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan kontruksi. KI yang diberikan pada sektor Industri pengolahan tumbuh 15,1% (yoy), melambat dibanding April 2015 (17,5%).

Kredit kepada sektor konstruksi juga mengalami perlambatan dari 37,3% (yoy) menjadi 32,4% (yoy) pada Mei 2015.

Selain KI, perlambatan pertumbuhan kredit juga terjadi pada kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta kredit properti. Kredit yang disalurkan kepada UMKM pada Mei 2015 tercatat sebesar Rp694,7 triliun, tumbuh 9,3% (yoy), melambat dibanding pertumbuhan April 2015 (9,7%).

Peter mengatakan, perlambatan terutama terjadi pada kredit skala usaha mikro dan kecil yang masing–masing tumbuh 17,9% (yoy) dan 4,7% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan April 2015 (19,2%) dan 5,3% (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit pada sektor properti tercatat sebesar Rp573,4 triliun, atau tumbuh 14,6% (yoy), lebih rendah dibanding 16,9% (yoy) pada April 2015.

"Perlambatan tersebut bersumber pada KPR dan KPA yang tumbuh 7,7% (yoy), lebih rendah dibanding pertumbuhan April 2015 (12,9%)," tukasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
11 menit yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
22 menit yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
1 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
3 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved