Kemendag: 63,7% Produk Impor Tak Sesuai Ketentuan

Selasa, 07 Juli 2015 - 16:46 WIB
Kemendag: 63,7% Produk...
Kemendag: 63,7% Produk Impor Tak Sesuai Ketentuan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, sebanyak 63,7% produk impor yang beredar di Indonesia tidak sesuai ketentuan yang berlaku di Tanah Air.

Ketentuan tersebut di antaranya memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib, pemenuhan ketentuan pencantuman label, serta kewajiban melengkapi buku petunjuk penggunaan (manual) dan kartu garansi (MKG) dalam bahasa Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo mengungkapkan, pada semester I/2015 ini terdapat 205 produk yang diawasi pemerintah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 jenis produk telah sesuai ketentuan, 113 produk tidak sesuai ketentuan, dan 40 produk masih dalam proses uji laboratorium.

Dia mengatakan, pengawasan terhadap barang yang diberlakukan SNI Wajib lebih diprioritaskan untuk saat ini, mengingat pengawasan terhadap produk SNI Wajib harus diikuti uji laboratorium.

Sementara, untuk pencantuman label dan MKG bisa diawasi secara kasat mata dan dengan bantuan konsumen.

"Dari produk ini, jika kita perhatikan dari sisi persentasenya, untuk produk yang sesuai itu kebetulan produk dalam negeri ada 50%, kemudian produk impornya juga 50%. Ini yang terkait tiga parameter tadi. Total produk yang tidak sesuai dengan ketentuan 63,7% ini produk impor, sementara yang tidak sesui dalam negeri ada 36,3%," katanya di gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Adapun jenis barang yang tidak sesuai ketentuan tersebut meliputi produk elektronika dan keperluan rumah tangga, kipas angin, setrika listrik, kompor gas satu tungku, TV tabung, mesin cuci, air conditioner (AC), dan pompa air.

"Untuk TV tabung, itu diindikasikan monitornya itu monitor bekas komputer. Sehingga itu harus ditarik dari peredaran. Kemudian untuk mesin cuci, ini juga tidak sesuai standar, pompa air kebetulan kita musnahkan di 2015 ini ada beberapa merek yang dimusnahkan. Ada 147 pompa air di Surabaya dan 74 pompa air di Tangerang," jelas dia.

Sementara, pemerintah juga telah memusnahkan 1990 buah selang karet kompor gas yang tidak sesuai ketentuan, serta 13 produk bahan bangunan meliputi baja lembaran lapis seng, tiner, dan cat yang tidak sesuai standar SNI, serta suku cadang yang tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia.

"Kemudian ada produk tekstil, dan jenis barang lainnya (ada 46 produk tidak sesuai ketentuan itu mainan, keramik, jam tangan, deterjen, perangkat makan, dan produk plastik). Ini tidak dilengkapi dengan label dalam bahasa Indonesia maupun tidak sesuai standar," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyerahan Sertifikat...
Penyerahan Sertifikat SNI 8152:2015 kepada Tiga Pasar Rakyat
Langgar Aturan, 2,5...
Langgar Aturan, 2,5 Ton Garam Himalaya dan Ribuan Botol Minol Dimusnahkan
Mendag Wajibkan Pelaku...
Mendag Wajibkan Pelaku Ekspor Impor Gunakan Kapal Nasional
Adang Serudukan Sepeda...
Adang Serudukan Sepeda Impor, Kemenperin Bikin Pagar dengan SNI
Non-SNI, Kemenperin...
Non-SNI, Kemenperin Amankan Puluhan Ribu Speaker Aktif Senilai Rp10,2 Miliar
Kasus Impor Baja ber-SNI...
Kasus Impor Baja ber-SNI Palsu, Polisi Lengkapi Berkas Perkara
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
32 menit yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
1 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
6 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved