Mendag Indikasi Ada Premanisme Perdagangan Cabai

Kamis, 09 Juli 2015 - 06:49 WIB
Mendag Indikasi Ada...
Mendag Indikasi Ada Premanisme Perdagangan Cabai
A A A
SUKABUMI - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengindikasikan ada praktik premanisme dalam proses perdagangan komoditas cabai. Diduga tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menciptakan kenaikan harga cabai di pasaran.

Indikasi praktik premanisme ini ditemukan langsung Mendag saat menggelar peluncuran perdana program perdagangan komoditas antar daerah atau antar pulau di sentra produksi cabai Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2015).

"Saya sempat berdialog dengan para petani cabai, dari pengakuan mereka akhirnya terungkap adanya indikasi praktik premanisme di perdagangan cabai. Suplai ke pasaran sengaja disendat supaya ketersediaan komoditas tidak sebanding dengan permintaan konsumen. Akibatnya, harga cabai tidak stabil, bahkan cenderung naik. Diduga premanisme perdagangan ini hampir terjadi di semua daerah," ujar Mendag kepada wartawan.

Seperti yang terjadi di Palembang. Mendag mengungkapkan, para pedagang di sejumlah pasar di sana kesulitan mendapatkan cabai. Situasi perdagangan tersebut kini ditangani Kemendag. Salah satunya dengan cara mengunjungi sentra-sentra produksi cabai, di antarnya di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya untuk menyerap hasil produksi cabai dan mendistribusikannya ke pelosok Indonesia.

Dia mengungkapkan dari hasil pantauan langsung ke beberapa daerah yang menjadi sentra menunjukkan hasil produksi cabai terbilang cukup melimpah. Bahkan, diyakini mampu memenuhi kebutuhan cabai nasional. Termasuk kebutuhan pasar di Palembang untuk komoditas cabai sebanyak 10 Ton.

"Masalah keterbatasan suplai cabai di Palembang akan segera teratasi. Sebab hari ini kami sudah melakukan pengiriman cabai sebanyak 7 Ton yang berasal dari para petani di Tasikmalaya dan Kabupaten Cianjur, " tuturnya.

Mendag menjelaskan, program perdagangan komoditas antar pulau ini diyakini akan mampu memangkas praktik-praktik premanisme perdagangan. Untuk menyukseskan program ini Kemendag telah bekerj sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Pendistribusian seluruh kebutuhan bahan pokok antar pulau atau daerah akan dilakukan melalui laut menggunakan Pelni. Sedangkan untuk penyimpanan serta penyerapan bahan pokok dilakukan oleh Bulog. Dengan keterlibatan lintas lembaga ini maka tidak akan ada lagi masalah-masalah kesulitan suplai,” jelas Rachmat.

Sementara itu, Direktur Keuangan Perum Bulog Irianto Hutagaol mengaku inrastruktur lembaganya yang tersebar di seluruh daerah akan mampu menunjang program yang digulirkan Kemendag, yakni dalam hal pendistribusian bahan pokok atau bahan pangan antar pulau.

“Pengiriman bahan pangan antar daerah ini harus sampai ke titik penyimpanan, yaitu gudang milik Bulog. Setelah itu waktu penyimpanannya pun dipersingkat, paling lama hanya satu minggu. Setelah itu harus didistribusikan ke pasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini kami berperan untuk mengimbangi adanya tindakan-tindakan para spekulan yang kerap memonopoli harga jual barang,” tandasnya.

Baca juga:

Harga Cabai di Daerah Ini Makin Pedas

Keran Impor Cabai dan Bawang Belum Akan Dibuka
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
3 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved