Pemerintah Tak Khawatir Porsi Utang Asing Naik
Kamis, 09 Juli 2015 - 17:09 WIB
Pemerintah Tak Khawatir Porsi Utang Asing Naik
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mengaku tak khawatir dengan naiknya porsi kepemilikan asing di surat utang negara (SUN).
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan, per 7 Juli 2015, porsi kepemilikan surat utang oleh asing di Indonesia sebesar 39,48%. Padahal sehari sebelumnya, masih berkisar di 39,31%.
"Walaupun ada gonjang-ganjing di sana sini, tapi kepemilikan asing ini nambah. Di akhir Mei saja sebesar 38,39%," kata Robert di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Meski demikian, dia mengaku tidak khawatir dengan meningkatnya porsi asing di SUN. Menurutnya, kepemilikan asing justru menambah likuiditas di pasar utang Indonesia.
"Berarti kan kita laku. Tidak ada teori ideal besarnya porsi utang asing, tapi memang dibanding negara lain kita tergolong tinggi. Sepanjang ekonomi masih kredibel dan utang ter-manage dengan baik, harusnya tidak usah khawatir," ujarnya.
Dari porsi kepemilikan asing sebesar 39,48% tersebut, Robert menjelaskan, sebesar Rp102,3 triliun dipegang oleh bank sentral asing, sehingga didominasi oleh investor yang sifatnya bukan spekulatif.
"Bank sentral Rp102,3 triliun dari Rp535 triliun. Walaupun 39%, kita punya investor yang sifatnya bukan seneng spekulatif," tandas dia.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan, per 7 Juli 2015, porsi kepemilikan surat utang oleh asing di Indonesia sebesar 39,48%. Padahal sehari sebelumnya, masih berkisar di 39,31%.
"Walaupun ada gonjang-ganjing di sana sini, tapi kepemilikan asing ini nambah. Di akhir Mei saja sebesar 38,39%," kata Robert di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Meski demikian, dia mengaku tidak khawatir dengan meningkatnya porsi asing di SUN. Menurutnya, kepemilikan asing justru menambah likuiditas di pasar utang Indonesia.
"Berarti kan kita laku. Tidak ada teori ideal besarnya porsi utang asing, tapi memang dibanding negara lain kita tergolong tinggi. Sepanjang ekonomi masih kredibel dan utang ter-manage dengan baik, harusnya tidak usah khawatir," ujarnya.
Dari porsi kepemilikan asing sebesar 39,48% tersebut, Robert menjelaskan, sebesar Rp102,3 triliun dipegang oleh bank sentral asing, sehingga didominasi oleh investor yang sifatnya bukan spekulatif.
"Bank sentral Rp102,3 triliun dari Rp535 triliun. Walaupun 39%, kita punya investor yang sifatnya bukan seneng spekulatif," tandas dia.
(rna)
Lihat Juga :