BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Batas Bawah 5%

Jum'at, 10 Juli 2015 - 02:22 WIB
BI Perkirakan Pertumbuhan...
BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Batas Bawah 5%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 berada pada batas bawah di angka sekitar 5%-5,4%. Pada kuartal II nanti, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan kuartal I 2015 yang hanya tumbuh 4,7%.

"Kan sudah tanggal 8 Juli, ternyata kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal II tidak terlalu mengembirakan, mungkin akan ada di kisaran kuartal I 2015," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, Indonesia perlu memperhatikan pertumbuhan ekonomi pada semester II agar sepanjang 2015 bisa mencapai 5% hingga 5,4%.

BI juga mewaspadai dan mengantisipasi kondisi ekonomi China akibat penurunan pasar modal China yang telah terjadi selama kurun waktu 3 pekan terakhir. (Baca: Bank Dunia Cemas Ekonomi RI Kembali Melambat)

Menurutnya, koreksi tajam di pasar China berpotensi memengaruhi Indonesia lantaran mereka merupakan mitra dagang utama Indonesia.

"Kita harus antisipasi karena China jadi pusat perekonomian regional dan dunia. Kalau koreksinya tajam dan sudah terlihat beberapa indikator bisa ada dampaknya. Itu semua merupakan bagian yang harus kita antisipasi karena ada risiko interconected di antara negara," paparnya.

Menurut Agus, pertumbuhan pasar modal di China sangat mengagumkan dan sudah sangat tinggi sehingga jika tergerus sampai 30% sejak Juni kemarin masih tetap tinggi.

"Justru yang perlu diperhatikan saat ini adalah dampak pertumbuhan ekonomi China kepada Indonesia dengan melemahnya harga komoditas dunia karena menurunnya permintaan dari China," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Agus, perkembangan Indonesia akan jauh lebih sehat dengan inflasi terkendali dan CAD (Curent Account Defisit/defisit transaski berjalan) lebih sehat di angka 2,5% sehingga memberi daya tahan bagi Indonesia.

"CAD kita memang lebih baik dari apa yang kami perkirakan, tapi ini dampak dari turunnya impor dan ekspor," pungkasnya.

Baca juga:

Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal

Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal

Ini Saran Bank Dunia untuk Dongkrak Ekonomi RI
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
2 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
4 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
6 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
6 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
17 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved