Rupiah Berpeluang Bertahan dari Pelemahan
Jum'at, 10 Juli 2015 - 08:49 WIB
Rupiah Berpeluang Bertahan dari Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini miliki peluang dapat bertahan dari pelemahan.
"Dengan asumsi aksi lepas Rupiah kian berkurang dan harapan akan meredanya sentimen global maka akan memberikan peluang bagi Rupiah untuk dapat bertahan dari pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (10/7/2015).
Dia berharap, rupiah bisa menguat meski tipis. Namun demikian, tetap antisipasi dan cermati setiap sentimen yang dirilis. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.340-Rp13.355/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.347/USD atau mendatar dengan penutupan kemarin di Rp13.346/USD.
Kemarin, seiring mulai membaiknya sentimen di zona Euro memberikan sisi positif pada laju rupiah, ditambah dengan penguatan tajam pada yen di hari sebelumnya turut memberikan sentiment positif.
Positif bagi rupiah karena laju USD terimbangi dengan kedua sentimen tersebut, sehingga laju rupiah tidak terlalu anjlok pergerakannya. Tidak seperti sehari sebelumnya yang melemah cukup dalam.
Hal lainnya, jika sebelumnya dirilis penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,9% oleh Bank Dunia hingga akhir tahun, kini IMF turut melakukan pemangkasan proyeksi pertumbuhan pada negara-negara ASEAN.
"Dengan asumsi aksi lepas Rupiah kian berkurang dan harapan akan meredanya sentimen global maka akan memberikan peluang bagi Rupiah untuk dapat bertahan dari pelemahan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (10/7/2015).
Dia berharap, rupiah bisa menguat meski tipis. Namun demikian, tetap antisipasi dan cermati setiap sentimen yang dirilis. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.340-Rp13.355/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.347/USD atau mendatar dengan penutupan kemarin di Rp13.346/USD.
Kemarin, seiring mulai membaiknya sentimen di zona Euro memberikan sisi positif pada laju rupiah, ditambah dengan penguatan tajam pada yen di hari sebelumnya turut memberikan sentiment positif.
Positif bagi rupiah karena laju USD terimbangi dengan kedua sentimen tersebut, sehingga laju rupiah tidak terlalu anjlok pergerakannya. Tidak seperti sehari sebelumnya yang melemah cukup dalam.
Hal lainnya, jika sebelumnya dirilis penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,9% oleh Bank Dunia hingga akhir tahun, kini IMF turut melakukan pemangkasan proyeksi pertumbuhan pada negara-negara ASEAN.
(rna)