Harga Minyak Dunia Stagnan Setelah Berfluktuasi

Jum'at, 10 Juli 2015 - 09:57 WIB
Harga Minyak Dunia Stagnan...
Harga Minyak Dunia Stagnan Setelah Berfluktuasi
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia sedikit bergerak atau stagnan di awal perdagangan Jumat di Asia setelah berfluktuasi selama sepekan di tengah penurunan tajam ekuitas China, yang kemudian rebound tajam akibat upaya pemerintah yang ekstrim.

Sementara itu, pedagang minyak sedang menunggu berita hasil negosiasi antara kekuatan utama dunia dan Iran, yang bisa menyebabkan peningkatan tajam arus minyak jika sanksi terhadap Teheran dicabut, meskipun pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak akan segera tercapai kesepakatan.

Minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman bulan depan diperdagangkan di USD52,79/barel pada pukul 08.46 WIB, hampir tidak berubah atau stagnan dari penutupan terakhir, meskipun harga tetap lebih dari 7% di bawah Jumat lalu.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan depan turun 9 sen menjadi USD58,52/barel, sekitar 3% di bawah akhir pekan lalu.

Penggerak pasar terbesar pekan ini dipengaruhi gejolak pasar saham China, di mana pemerintah dipaksa untuk memulai langkah-langkah darurat untuk menghentikan penurunan nilai sahamnya sebesar 30% sejak Juni.

"Untuk menempatkan segala sesuatu sesuai perspektif, penurunan kapitalisasi pasar di pasar saham (China) saja sejak rekor pada bulan Juni setara dengan hampir 10 kali PDB Yunani. Sementara harga komoditas jatuh dengan cepat," tulis Goldman Sach seperti dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2015).

Analis mengatakan bahwa permintaan minyak China seharusnya tetap kuat tahun ini, meskipun masalah pasar saham dan ekonomi tumbuh pada kecepatan paling lambat dalam satu generasi.

"Pertumbuhan permintaan minyak tahun ini telah terputus dari realitas dasar pertumbuhan China," kata konsultan China Matters Michal Meidan dalam sebuah laporannya.

Menurut dia, kenaikan pesat pertumbuhan permintaan minyak China terutama untuk penyimpanan, sementara permintaan riil juga telah didukung oleh rendahnya harga minyak.

Sementara rendahnya harga minyak rendah menyakiti produsen minyak, sedangkan importir memperoleh keuntungan.

"Harga minyak lebih rendah memberikan keuntungan beragam, pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang lebih rendah semua negara di (Asia), kecuali Malaysia," tulis Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah laporannya.

Menurut Merril Lynch, Thailand, Korea, Singapura dan India adalah penerima manfaat terbesar dari rendahnya harga minyak karena mereka adalah importir bersih terbesar minyak.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
33 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved