Indonesia Diminta Waspadai Anjloknya Bursa China

Jum'at, 10 Juli 2015 - 10:31 WIB
Indonesia Diminta Waspadai...
Indonesia Diminta Waspadai Anjloknya Bursa China
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meminta Indonesia untuk mewaspadai respon kebijakan fiskal pemerintah China akibat bursa saham China, yang anjlok hingga 30% dalam waktu satu bulan terakhir.

Indeks saham China bergerak seperti roller coaster dalam beberapa pekan terakhir dan menghapus nilai kapitalisasi pasar lebih dari USD3 triliun. Hal ini dipicu dari indeks saham Shanghai telah turun lebih dari 30% sejak mencapai puncaknya pada 12 Juni 2015.

Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, sejatinya pertumbuhan bursa di Negeri Tirai Bambu tersebut dalam satu tahun terakhir cukup tinggi. Jika sampai bursa sahamnya terjun bebas hingga 30% dalam waktu satu bulan maka hal tersebut dapat dipahami dalam dunia pasar modal.

Dia mengungkapkan, respon kebijakan pemerintah China untuk mewajibkan investor menahan (hold) selama enam bulan sangat tidak bersahabat dengan pasar (market friendly). Tentunya, kebijakan tersebut akan mendatangkan respon lebih jauh lagi untuk dunia usaha dan pasar.

“Ketika hari ini kita mendapat berita akan ada kebijakan meminta investor wajib hold enam bulan, mungkin itu tidak terlalu market friendly. Akan mendatangkan respon lebih jauh lagi untuk dunia usaha dan pasar. Kondisi di China yang ada koreksi beberapa hari ini memang sangat perlu diwaspadai,” kata Agus di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, kebijakan yang diambil China untuk menahan investor melakukan transaksi selama enam bulan tentu mencerminkan kondisi di China. Sebab, mayoritas investor yang ada di negara tersebut adalah investor domestik.

“Dan investor di dalam negeri ada kekhawatiran dan itu akan pengaruhi dunia usahanya dan berpengaruh ke mitra kerja utama dari China,” imbuh dia.

Agus menambahkan, kondisi eksternal memang patut diwaspadai terutama yang terjadi belakangan ini di Yunani, China, dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, harga komoditas yang terus melemah juga patut menjadi perhatian.

Kendati demikian, dia tetap optimistis bahwa saat ini Indonesia telah melakukan perbaikan jangka pendek yang konkret. Saat ini, yang perlu dipikirkan adalah agar kegiatan jangka menengah dan panjang untuk terus melakukan reformasi struktural dapat mendatangkan kenyaman bagi pelaku pasar.

“Kita hrus fokus agar kegiatan kita jangka menengah dan panjang itu terus melakukan reformasi struktural dan itu akan membangun confident,” pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
30 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved