Ekonomi Melemah, Kebijakan Pemerintah Tidak Efektif

Minggu, 12 Juli 2015 - 21:10 WIB
Ekonomi Melemah, Kebijakan...
Ekonomi Melemah, Kebijakan Pemerintah Tidak Efektif
A A A
JAKARTA - Direktur Institute For Economic and Social Research, I Kadek Dian Sutrisna Artha mengatakan, pemerintah belum mengkomunikasikan dengan baik kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi yang terjadi di Tanah Air. Kebijakan yang tidak efektif ini menimbulkan kesan pemerintah santai menghadapi pelemahan ekonomi.

Menurutnya, kondisi tersebut dirasakan masyarakat meski pemerintah sudah melakukan kebijakan-kebijakan yang diperuntukkan domestik.

"Jadi, memang saya lihat di dalam mengantisipasi, atau menghadapi masalah yang ada sebenarnya pemerintah sudah lakukan kebijakan-kebijakan, tapi saya rasa tidak dikomunikasikan dengan baik. Belum maksimal," Kadek Dian kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (12/7/2015)

Terutama, lanjut dia, masalah mengenai kepercayaan pasar. Padahal, misalnya pemerintah sudah mengeluarkan policy seperti penghapusan PPNBM untuk beberapa produk, kemudian policy lain yang mendukung konsumsi.

"Itu enggak dikomunikasikan dengan baik. Sehingga pasar harus membaca, kira-kira ini dampaknya apa? Meraka harus meraba. Orang menduga-duga, akhirnya tidak efektif policy-nya karena tujuan enggak ketangkep," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengemukakan, investasi yang bisa menjadi andalan pertumbuhan ekonomi juga tidak tercapai karena arah kebijakan pembangunan kurang jelas dan ekonomi internasional menurun.

Menurut HT, banyak konsep-konsep disampaikan hanya sebatas wacana dan pencitraan, dan tidak menyentuh solusi yang dibutuhkan bangsa.

Jika pemerintah tidak hati-hati, target pembangunan pasti tidak akan tercapai. Akan banyak PHK, daya saing nasional menurun dalam menghadapi MEA, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat golongan ekonomi lemah, seperti usaha mikro/kecil, petani, nelayan, buruh dan pengangguran yang meningkat.

"Indonesia perlu solusi yang tepat sasaran dan dilakukan dengan cepat. Jangan anggap remeh situasi saat ini," tandas HT.

Baca juga:

HT Ingatkan Pemerintah Jangan Remehkan Ekonomi Lesu

Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Melempem
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved