Ekonomi Melambat, Penjualan Bedug Turun 50%

Minggu, 19 Juli 2015 - 14:08 WIB
Ekonomi Melambat, Penjualan...
Ekonomi Melambat, Penjualan Bedug Turun 50%
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian melambat belakangan ini, ternyata juga berdampak pada penjualan bedug Lebaran yang turun hingga 50%. Pedagang bedug musiman di Tanah Abang mengeluhkan turunnya permintaan bedug pada tahun ini.

Ditemui Sindonews, pedaganga bedug di Tanah Abang Sulaiman Said (56) mengakui penjualannya mengalami penurunan hingga separuh dibanding tahun kemarin. Jika pada 2014, dirinya mampu menjual hingga 300 bedug, namun tahun ini hanya sekitar 150 hingga 160 bedug.

"Iya agak sepian (penjualan bedug). Separuhnya turun dari tahun kemarin. Kurang tahu (kenapa turun), mungkin ekonomi lagi lemah," katanya saat berbincang dengan Sindonews di Tanah Abang, Jakarta, belum lama ini.

Dia menyebutkan, harga bedug yang dibanderolnya beranekaragam mulai dari Rp150.000 hingga Rp1 juta/bedug. Perbedaan terletak dari ukuran bedug dan bahan yang digunakan, dari kulit sapi atau kambing.

Menurutnya, kulit sapi cenderung lebih kuat dan tahan lama, sehingga dibanderol lebih mahal. Sedangkan kulit kambing hanya bertahan paling lama hingga dua tahun.

"Kalau (kulit) kambing Rp500.000 yang sudah jadi. Kalau (kulit) sapi bisa Rp1 juta. Kalau yang kecil ada yang Rp200.000, ada yang Rp300.000 dan Rp150.000 paling murah. Kalau yang dari kayu saya tidak bikin, modalnya gede," terang dia.

Sementara pedagangan bedug lainnya, Rohim (51) juga mengeluhkan turunnya minat masyarakat terhadap bedug. Tahun ini, pemasukannya sedikit lebih kecil dibanding tahun lalu.

"Nah, kalau untuk pemasukan, lebih bagus tahun lalu. Tahun sekarang ini masih agak kendor. Perbedaannya sudah sampai 50%," tutur Rohim.

Kendati demikian, dia masih berharap penjualan bedug tahun ini terus meningkat hingga Hari Raya Idul Fitri.

"Tidak tahu juga kenapa (turun). Apa nanti waktu H-nya (permintaan naik). Kalau yang untuk umum (permintaan) banyak saat jelang hari H. Kalau yang mal, satu hari puasa sudah mulai, tapi memang agak turun," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar GPS yang Bisa...
Daftar GPS yang Bisa Digunakan saat Mudik Tanpa Nyedot Kuota
Tiket Kereta Lebaran...
Tiket Kereta Lebaran 2024 Sudah Terjual 56 Persen
Jelang Lebaran, Kemenko...
Jelang Lebaran, Kemenko Polkam Pastikan Distribusi Logistik di Jawa Barat Aman
Anas Urbaningrum Ungkap...
Anas Urbaningrum Ungkap Aktivitas saat Pertama Masuk Lapas Sukamiskin di Malam Ramadan 2015
Pemudik Tahun Ini Diprediksi...
Pemudik Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Kuota Mudik Gratis BUMN 2023 Diperbanyak
Kepala BPS Waspadai...
Kepala BPS Waspadai Inflasi Ramadan yang Bakal Rendah
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved