Program 1 Juta Rumah Diprediksi Sulit Tercapai

Selasa, 14 Juli 2015 - 12:40 WIB
Program 1 Juta Rumah...
Program 1 Juta Rumah Diprediksi Sulit Tercapai
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) Budianto Halim mengatakan, program pembangunan 1 juta rumah dari pemerintah akan sulit terwujud.

Menurut dia, itu karena harga tanah di Pulau Jawa sudah terlalu mahal. Misalnya, jika harga jual masyarakat berpenghasilan rendah Rp125 juta akan sulit bagi pengembang menemukan harga keekonomiannya.

"Dengan harga jual di atas maka harga tanah di Pulau Jawa berada di atas Rp1 jutaan/meter persegi. Selanjutnya lahan untuk pembangunan rumah tersebut sulit didapat," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Selain itu, pemerintah juga melarang mengubah fungsi lahan pertanian, seperti sawah menjadi kawasan perumahan. Akibatnya, dalam lima tahun mendatang, program ini dinilai sulit terwujud.

"Saya usulkan lebih mengutamakan pengembangan rumah susun hak milik (rusunami) sebab dengan harga tanah Rp2 juta/meter masih dalam batas keekonomian pengembang," jelas Budianto.

Dengan harga tanah itu, dia menjelaskan, pengembang menjual dengan harga Rp8 juta/meter persegi. Pasalnya, bangunan bertingkat menghabiskan biaya lebih mahal.

"Peluang lainnya, pengembangan perumahan fokuskan di luar Pulau Jawa dengan harga tanah masih terjangkau," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HRTA Gold Hadirkan Edisi...
HRTA Gold Hadirkan Edisi Imlek, Satukan Nilai Emas dan Tradisi
Tertinggi Sepanjang...
Tertinggi Sepanjang Masa, Pendapatan HRTA di 2025 Tumbuh 144% Capai Rp44,55 Triliun
Pencarian Rumah di Parung...
Pencarian Rumah di Parung Panjang Tumbuh Sebesar 80 Persen
Usulkan Dana Abadi Tapera,...
Usulkan Dana Abadi Tapera, Begini Penjelasan Kementerian PUPR
Emas Bukan Sekadar Investasi...
Emas Bukan Sekadar Investasi Jangka Panjang, tapi Sebagai Penjaga
Penjualan Emas Melesat,...
Penjualan Emas Melesat, Hartadinata Abadi Cetak Kenaikan Laba 44,60% di 2024
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
37 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Minggu 1 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved