Rupiah Diperkirakan Masih Lanjutkan Pelemahan
Rabu, 22 Juli 2015 - 08:21 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari pertama pascalibur Lebaran diperkirakan kembali lanjutkan pelemahannya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kembali menguatnya laju USD memberikan imbas negatif terhadap rupiah.
"Apalagi sentimen dari internal berupa rilis neraca perdagangan yang mengalami surplus tidak cukup membantu penguatan Rupiah," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp13.324-Rp13.334/USD.
Sementara sebelum libur Lebaran berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.329/USD atau terdepresiasi 9 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.320/USD.
Dia mengungkapkan, sulitnya rupiah berbalik menguat disebabkan surplus neraca perdagangan yang lebih rendah dari sebelumnya. Selain itu, penurunan nilai ekspor impor dibandingkan rilis sebelumnya.
Kondisi berbeda diperlihatkan oleh yuan yang mampu mengimbangi USD seiring kenaikan tipis pada data-data ekonominya, di antaranya retail sales, GDP growth rate, dan fixed asset investment.
Masih berlanjutnya penguatan USD dikhawatirkan dapat memberi imbas negatif pada laju rupiah di hari pertama setelah libur.
"Apalagi dari dalam negeri belum ada berita positif signifikan yang dapat langsung mengangkat nilai tukar rupiah. Tetap antisipasi dan cermati setiap sentimen yang dirilis," pungkasnya.
Baca:
Rupiah Ditutup Melempem Jelang Libur Lebaran
Rupiah Diproyeksikan Menguat Setelah Lebaran
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kembali menguatnya laju USD memberikan imbas negatif terhadap rupiah.
"Apalagi sentimen dari internal berupa rilis neraca perdagangan yang mengalami surplus tidak cukup membantu penguatan Rupiah," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/7/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp13.324-Rp13.334/USD.
Sementara sebelum libur Lebaran berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.329/USD atau terdepresiasi 9 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.320/USD.
Dia mengungkapkan, sulitnya rupiah berbalik menguat disebabkan surplus neraca perdagangan yang lebih rendah dari sebelumnya. Selain itu, penurunan nilai ekspor impor dibandingkan rilis sebelumnya.
Kondisi berbeda diperlihatkan oleh yuan yang mampu mengimbangi USD seiring kenaikan tipis pada data-data ekonominya, di antaranya retail sales, GDP growth rate, dan fixed asset investment.
Masih berlanjutnya penguatan USD dikhawatirkan dapat memberi imbas negatif pada laju rupiah di hari pertama setelah libur.
"Apalagi dari dalam negeri belum ada berita positif signifikan yang dapat langsung mengangkat nilai tukar rupiah. Tetap antisipasi dan cermati setiap sentimen yang dirilis," pungkasnya.
Baca:
Rupiah Ditutup Melempem Jelang Libur Lebaran
Rupiah Diproyeksikan Menguat Setelah Lebaran
(izz)