Akhir Pekan, Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan
Jum'at, 24 Juli 2015 - 08:11 WIB
Akhir Pekan, Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih tertekan, melanjutkan penurunan sebelumnya. Setelah laju USD belum menunjukkan adanya pembalikan turun.
"Meski rilis data di AS masih melambat, namun diimbangi dengan penurunan harga komoditas global. Sehingga pelaku pasar pun lebih memilih memperdagangkan USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp 13.389-Rp13.415/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.368/USD atau terdepresiasi 39 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.329/USD.
Reza berharap ada aksi menahan agar tidak terus melemah, dan tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis.
Selain itu menunggu aksi dari pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) dalam menanggapi laju rupiah yang terus melemah.
"Belum adanya tanda-tanda penguatan rupiah dapat membuat laju rupiah dapat kembali melemah," pungkasnya.
"Meski rilis data di AS masih melambat, namun diimbangi dengan penurunan harga komoditas global. Sehingga pelaku pasar pun lebih memilih memperdagangkan USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp 13.389-Rp13.415/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.368/USD atau terdepresiasi 39 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.329/USD.
Reza berharap ada aksi menahan agar tidak terus melemah, dan tetap antisipasi serta cermati setiap sentimen yang dirilis.
Selain itu menunggu aksi dari pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) dalam menanggapi laju rupiah yang terus melemah.
"Belum adanya tanda-tanda penguatan rupiah dapat membuat laju rupiah dapat kembali melemah," pungkasnya.
(izz)