Masyarakat Mulai Uji Keandalan Pertalite

Minggu, 26 Juli 2015 - 11:03 WIB
Masyarakat Mulai Uji...
Masyarakat Mulai Uji Keandalan Pertalite
A A A
JAKARTA - Setelah diluncurkannya bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite oleh PT Pertamina (persero), tidak sedikit masyarakat penasaran dan mencoba keandalan BBM dengan nomor oktan (research octane number/RON) 90 tersebut.

Terpantau di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cikini, Jakarta Pusat milik Pertamina, banyak masyarakat mulai uji coba. Salah satunya Kris Hutagalung (28) pria pengguna kendaraan roda empat asal Salemba tersebut mengaku penasaran terhadap kehadiran pertalite.

"Saya awalnya penasaran, baru pertama kali ini mencoba pertalite. Biasanya saya menggunakan RON 92 (pertamax) tapi karena kadar oktannya tidak terlalu jauh dengan pertamax, maka saya coba dulu pakai pertalite," ujarnya kepada Sindonws saat ditemui di SPBU 34.103.03 Cikini, Jakarta, kemarin.

Dia mengaku jika BBM jenis pertalite nantinya bagus maka tidak menutup kemungkinan akan berpindah ke pertalite. Pasalnya, di samping harga lebih murah pihaknya juga tidak khawatir dengan pembakaran di mesin kendaraannya. (Baca: Masyarakat Penasaran dengan BBM Baru Pertalite).

"Tapi dilihat dulu soalnya kan baru uji coba. Kalau pembakaran sama dengan pertamax saya akan lanjut dengan pertalite. Misalkan bagus di mesin saya lanjutkan ke pertalite," jelasnya.

Kris memperkirakan dengan mengonsumsi pertalite akan lebih hemat dengan selisih Rp1.000 per liter dibanding pertamax. Namun, apabila hasil pembakaran tidak sesuai harapan pihaknya tetap akan menggunakan pertamax atau pertamax plus.

"Tapi saya lihat dulu hasilnya, kalau perbandingan antara premium dengan pertamax kontan gasnya memang jauh banget. Tapi kalau antara RON 90 dengan RON 92 tidak terlalu jauh semoga bagus di mesin," tuturnya.

Sama halnya dengan Alvie (34), pria asal Kalimalang ini mengaku penasaran dengan produk baru yang diluncurkan oleh Pertamina. Pengguna kendaraan roda dua ini pun kemudian berkeinginan mencoba keandalan bensin berwarna hijau tersebut.

"Saya baru pertama ini mencoba, kalau dilihat kadar oktannya sepertinya lebih bagus dari premium," ungkapnya. (Baca: Pertalite Resmi Meluncur Rp8.400/Liter)

Dia mengaku gembira dengan dilaunchingnya pertalite, karena selama ini pihaknya mengaku dilema menggunakan premium atau pertamax. Lantaran kalau menggunakan premium pembakaran mesinnya dirasa tidak bagus, tapi kalau menggunakan pertamax harganya kemahalan. Maka, keberadaan pertalite dianggap sebagai solusi dari pertamina terutama bagi pengguna premium.

"Untuk harga sekarang saya rasa juga sudah pas tidak terlalu tinggi dengan selisih Rp1.000. Tapi masalahnya ini kan non subsidi tapi saya harap tidak naik karena kalau dinaikkan lagi mahal pindah lagi ke premium," jelasnya.

Kepala Ship SPBU 34.103.03 Cikini Rahmad Novizar optimistis selama hari kerja biasa SPBU Cikini mampu menjual pertalite sebesar 5.000 liter per hari sesuai target dari Pertamina Pusat. Namun, untuk hari libur Sabtu-Minggu pihaknya mengaku kesulitan menjual 5.000 liter karena biasanya sepi pengunjung, apalagi saat ini masih proses uji coba dan sosialisasi.

"Untuk hari libur satu hari perkiraannya 2-3 kiloliter (kl). Tapi tergantung juga kalau rame bisa 4 kl. Tapi untuk hari biasa targetnya bisa 5 kl," ungkapnya.

Menurutnya, stok pertalite yang masuk di SPBU Cikini saat ini sebesar 16.000 liter atau 16 kl. Pasokan pertalite diperoleh dari Depot Plumpang. "Stok di taruh di tangki pendem, di sini masih kosong 21.000 liter-an. Tapi kami enggak target kapan harus dihabiskan soalnya masih sosialiasi," jelas dia.

Terkait sosialisasi, pihaknya mengaku tidak ada pemaksaan kepada konsumen. Menurutnya, konsumen dipersilakan memilih varian-varian yang sudah disediakan di SPBU.

"Jadi sosialisasinya ini hanya mereka yang menggunakan premium, untuk yang sudah mengonsumsi pertamax justru kita senang tidak ada sosialisasi lagi," kata dia.

Rahmad mengaku kebanyakan konsumen pertalite didominasi pengguna premium. Tapi tidak sedikit juga mereka yang menggunakan pertamax kemudian mencoba pertalite. "Dari data sampai sore ini (kemarin) lumayan banyak yang uji coba.
Karena hari libur sepertinya tidak sampai 5 kl," kata dia.

Baca juga:

Pertalite Diluncurkan, Pertamina Harus Jeli Lihat Animo Masyarakat

BBM Pertalite Sudah Bisa Dibeli mulai Pukul 00.00 WIB

DPR Pertanyakan Dana Rp60 M Bangun SPBU Pertalite
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Premium Bakal Dihapus,...
Premium Bakal Dihapus, Ahok Sebut Subsidi Bisa Berpindah ke Pertalite
Masyarakat Tanggapi...
Masyarakat Tanggapi Wacana Pertalite Diganti Bioethanol: Setuju jika Harganya Lebih Murah
Warga Berburu Pertalite,...
Warga Berburu Pertalite, Antrean Mengular di SPBU di Denpasar
Daftar Mobil yang Boleh...
Daftar Mobil yang Boleh Isi Pertalite di 2025, Simak di Sini!
Cara Cek Kode QR Organisasi...
Cara Cek Kode QR Organisasi VIVO Tanpa Aplikasi Tambahan
3 Menteri Jokowi Merapat...
3 Menteri Jokowi Merapat ke Kantor Airlangga Bahas Pembatasan BBM, Jadi atau Enggak?
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
23 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved