IHSG dan Asia Dibuka Kompak Lanjutkan Koreksi
Senin, 27 Juli 2015 - 09:24 WIB
IHSG dan Asia Dibuka Kompak Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini awal pekan ini dibuka melanjutkan koreksi seiring dengan bursa Asia. IHSG terkoreksi 20,52 poin atau 0,42% ke level 4.832,24.
IHSG pada akhir pekan lalu ditutup bertahan di zona merah. IHSG anjlok 50,08 poin atau 1,02% ke level 4.852,76. Pelemahan itu sejalan dengan bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka masih melemah.
Indeks Shanghai negatif 80,63 poin atau 1,98% menjadi 3.990,28; indeks Straits Times turun 19,30 poin atau 0,58% menjadi 3.333,35; indeks Hang Seng negatif 401,28 poin atau 1,60% menjadi 24.727,23; dan indeks Nikkei turun 117,51 poin atau 0,57% ke 20.427,02.
Dikutip dari CNBC, kembali terkoreksinya bursa saham Asia terimbas penurunan harga komoditas. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi USD48,04/barel pada perdagangan Asia pagi ini, sementara minyak mentah Brent dibuka mendatar di USD54,59/barel.
Adapun harga emas di pasar spot merosot 0,3% menyentuh USD1.095,50/ons pada Senin dini hari. Selama lima sesi terakhir, logam mulia anjlok lebih dari 3%, terluka oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve berada pada jalur untuk menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp200 miliar dengan 184 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp40,94 miliar dan aksi beli Rp45,10 miliar. Tercatat 43 saham menguat, 93 saham melemah dan 58 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini melemah semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah industri dasar yang tergerus 1,14%, diikuti manufaktur turun 0,81%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp100 menjadi Rp16.000, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp55 menjadi Rp2.000, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp20 menjadi Rp1.175.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp5.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.200 menjadi Rp49.800 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp75 menjadi Rp6.075.
IHSG pada akhir pekan lalu ditutup bertahan di zona merah. IHSG anjlok 50,08 poin atau 1,02% ke level 4.852,76. Pelemahan itu sejalan dengan bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka masih melemah.
Indeks Shanghai negatif 80,63 poin atau 1,98% menjadi 3.990,28; indeks Straits Times turun 19,30 poin atau 0,58% menjadi 3.333,35; indeks Hang Seng negatif 401,28 poin atau 1,60% menjadi 24.727,23; dan indeks Nikkei turun 117,51 poin atau 0,57% ke 20.427,02.
Dikutip dari CNBC, kembali terkoreksinya bursa saham Asia terimbas penurunan harga komoditas. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi USD48,04/barel pada perdagangan Asia pagi ini, sementara minyak mentah Brent dibuka mendatar di USD54,59/barel.
Adapun harga emas di pasar spot merosot 0,3% menyentuh USD1.095,50/ons pada Senin dini hari. Selama lima sesi terakhir, logam mulia anjlok lebih dari 3%, terluka oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve berada pada jalur untuk menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp200 miliar dengan 184 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp40,94 miliar dan aksi beli Rp45,10 miliar. Tercatat 43 saham menguat, 93 saham melemah dan 58 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini melemah semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah industri dasar yang tergerus 1,14%, diikuti manufaktur turun 0,81%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp100 menjadi Rp16.000, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp55 menjadi Rp2.000, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik Rp20 menjadi Rp1.175.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp5.750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.200 menjadi Rp49.800 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp75 menjadi Rp6.075.
(rna)
Lihat Juga :