IHSG Sesi I Berakhir Makin Parah
Selasa, 28 Juli 2015 - 12:27 WIB
IHSG Sesi I Berakhir Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari kedua pekan ini makin parah. IHSG tergerus 38,95 poin atau 0,82% ke level 4.732,34.
IHSG pagi tadi dibuka makin rendah terdampak merosotnya Wall Street semalam dan bursa Asia pagi ini. IHSG minus 23,86 poin atau 0,50% ke level 4.747,42.
Sementara IHSG kemarin mencetak level terendah sepanjang tahun ini terimbas kejatuhan harian terbesar bursa saham China lebih dari 8% sejak 2007. IHSG anjlok 85,31 poin atau 1,76% ke level 4.771,28.
Koreksi tersebut seiring dengan memerahnya bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka variatif.
Saham China berfluktuasi pada hari ini setelah Beijing segera menopang pasar sahamnya yang bergerak liar, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Dikutip dari Reuters, setelah bursa China terjun lebih dari 8% kemarin, regulator China mengatakan mereka siap untuk membeli saham demi menstabilkan pasar saham. Sementara bank sentral menyuntikkan uang tunai ke pasar uang dan mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut.
Gejolak di pasar China telah memicu kekhawatiran di kalangan investor global tentang kesehatan ekonomi China, memukul harga komoditas seperti tembaga, yang mencapai titik terendah 6 tahun terakhir pada hari Senin.
Adapun, indeks Shanghai negatif 37,08 poin atau 1,00% menjadi 3.688,48; indeks Straits Times turun 19,97 poin atau 0,62% menjadi 3.293,57; indeks Hang Seng menguat 369,33 poin atau 1,52% menjadi 24.271,29; dan indeks Nikkei naik 40,58 poin atau 0,20% ke 20.390,68.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,40 triliun dengan 2,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp255,89 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp921,18 miliar dan aksi beli Rp1,18 triliun. Tercatat 64 saham menguat, 185 saham melemah dan 64 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini masih tertekan. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah keuangan yang tergerus 1,95%, diikuti perkebunan turun 1,44%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp75 menjadi Rp2.605, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp45 menjadi Rp3.950 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp25 menjadi Rp6.025.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.575 menjadi Rp48.425, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp225 menjadi Rp6.675 dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp35 menjadi Rp4.440.
(Baca: Asia Kembali Koreksi, IHSG Dibuka Makin Rendah)
IHSG pagi tadi dibuka makin rendah terdampak merosotnya Wall Street semalam dan bursa Asia pagi ini. IHSG minus 23,86 poin atau 0,50% ke level 4.747,42.
Sementara IHSG kemarin mencetak level terendah sepanjang tahun ini terimbas kejatuhan harian terbesar bursa saham China lebih dari 8% sejak 2007. IHSG anjlok 85,31 poin atau 1,76% ke level 4.771,28.
Koreksi tersebut seiring dengan memerahnya bursa Asia. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka variatif.
Saham China berfluktuasi pada hari ini setelah Beijing segera menopang pasar sahamnya yang bergerak liar, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Dikutip dari Reuters, setelah bursa China terjun lebih dari 8% kemarin, regulator China mengatakan mereka siap untuk membeli saham demi menstabilkan pasar saham. Sementara bank sentral menyuntikkan uang tunai ke pasar uang dan mengisyaratkan pelonggaran moneter lebih lanjut.
Gejolak di pasar China telah memicu kekhawatiran di kalangan investor global tentang kesehatan ekonomi China, memukul harga komoditas seperti tembaga, yang mencapai titik terendah 6 tahun terakhir pada hari Senin.
Adapun, indeks Shanghai negatif 37,08 poin atau 1,00% menjadi 3.688,48; indeks Straits Times turun 19,97 poin atau 0,62% menjadi 3.293,57; indeks Hang Seng menguat 369,33 poin atau 1,52% menjadi 24.271,29; dan indeks Nikkei naik 40,58 poin atau 0,20% ke 20.390,68.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,40 triliun dengan 2,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp255,89 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp921,18 miliar dan aksi beli Rp1,18 triliun. Tercatat 64 saham menguat, 185 saham melemah dan 64 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini masih tertekan. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah keuangan yang tergerus 1,95%, diikuti perkebunan turun 1,44%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp75 menjadi Rp2.605, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp45 menjadi Rp3.950 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp25 menjadi Rp6.025.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.575 menjadi Rp48.425, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp225 menjadi Rp6.675 dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp35 menjadi Rp4.440.
(Baca: Asia Kembali Koreksi, IHSG Dibuka Makin Rendah)
(rna)
Lihat Juga :