Ekspor Komoditas Baru Didorong ke Negara Nontradisional

Kamis, 30 Juli 2015 - 15:22 WIB
Ekspor Komoditas Baru...
Ekspor Komoditas Baru Didorong ke Negara Nontradisional
A A A
JAKARTA - Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bramantyo Isdijoso mengatakan, pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendorong ekspor komoditas baru dan memperluas tujuan ekspor yang masih potensial untuk bisa masuk ke negara nontradisional.

Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134 tahun 2015 tentang Penugasan Khusus kepada LPEI. Halini dilakukan imbas dari melemahnya pertumbuhan ekonomi (PE) dan ekspor yang dalam beberapa tahun terakhir menurun.

"Selain itu, langkah ini diambil karena faktor dari luar negeri, terutama pembeli. Produk kita juga mengalami penurunan permintaan maka pemerintah lakukan itu ke wilayah nontradisional. Misalnya, Bangladesh, Pakistan, Afganistan, Afrika dan Timur Tengah," kata dia di Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Secara umum, dia menuturkan, minat untuk menggunakan produk dari Indonesia mulai meningkat dan akan ada yang menyusul untuk dimanfaatkan.

"LPEI ini yang ditangani adalah upaya yang sifatnya secara komersial tidak bisa dilakukan, yang akan didorong. Jadi produk sekarang yang sifatnya potensial diminati ke depan, dengan PMK Nomor 134 tahun 2015, ini bisa diekspor ke negara nontradisional," tutur dia.

Mengenai produknya, dia menjelaskan, merupakan mekanisme di pemerintah. Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa dengan PMK maka semua fasilitas pembiayaan dan asuransi untuk komoditi bersifat khusus diberi rate di bawah komersial.

"Dalam mekanismenya, nanti Kementerian Keuangan (Kemenkeus) akan membentuk sebuah komite. Komite ini akan melakukan evaluasi dengan Kemendag dan Kemenperin mengenai apa yang akan dijadikan prioritas dengan PMK ini," ujarnya.

Setelah itu, komoditas ditentukan tujuan pasarnya. Selanjutnya, LPEI akan membuka kesempatan kepada para pelaku ekspor untuk memenuhi kriteria agar bisa mengekspor dengan fasilitas tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
8 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
8 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
9 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
9 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
9 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved