Ekonom Prediksi Inflasi Juli di bawah 1%
Minggu, 02 Agustus 2015 - 14:54 WIB
Ekonom Prediksi Inflasi Juli di bawah 1%
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto memprediksi, inflasi pada Juli 2015 berada di bawah 1% atau berada di kisaran 0,65%-0,75%.
Dia mengatakan, inflasi Juli lebih disebabkan karena dampak lonjakan konsumsi sembako, transportasi, serta komunikasi jelang hingga pasca Lebaran.
Sementara terkait el-nino, Ryan mengatakan, dampaknya baru akan terasa satu hingga dua bulan ke depan, saat produksi bahan pangan menyusut karena beberapa daerah lumbung beras, jagung dan kedelai mengalami kekeringan dan mengganggu panen raya.
Untuk itu, pemerintah harus bisa mengantisipasi ancaman El Nino. Pasalnya, ini akan berdampak buruk bagi sektor pertanian dan perkebunan secara umum.
"Upayakan aliran sungai, waduk dan dam tetap lancar dengan debit air memadai. Bulog juga harus siap-siap antisipasi jika ada kelangkaan komoditas, dengan cara turun ke pasar untuk cegah lonjakan harga. Jika perlu, keran impor dibuka agar pasokan tidak terkendala," katanya di Jakarta, Minggu (2/8/2015).
Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto mengatakan, inflasi Juli memang kemungkinan akan berada di bawah 1%.
"Gejolak harga berbagai kebutuhan pokok di bulan Juli meskipun mengalami peningkatan seiring hari raya Lebaran, namun fluktuasinya rata-rata masih wajar sehingga angka inflasi masih terkendali," jelas Eko.
Menurutnya, dengan capaian inflasi Juli yang cukup terkendali dan potensi inflasi yang akan semakin melandai dalam bulan-bulan ke depan, maka diharapkan tidak terjadi kenaikan BI Rate yang dapat menekan sektor riil.
Dia mengatakan, inflasi Juli lebih disebabkan karena dampak lonjakan konsumsi sembako, transportasi, serta komunikasi jelang hingga pasca Lebaran.
Sementara terkait el-nino, Ryan mengatakan, dampaknya baru akan terasa satu hingga dua bulan ke depan, saat produksi bahan pangan menyusut karena beberapa daerah lumbung beras, jagung dan kedelai mengalami kekeringan dan mengganggu panen raya.
Untuk itu, pemerintah harus bisa mengantisipasi ancaman El Nino. Pasalnya, ini akan berdampak buruk bagi sektor pertanian dan perkebunan secara umum.
"Upayakan aliran sungai, waduk dan dam tetap lancar dengan debit air memadai. Bulog juga harus siap-siap antisipasi jika ada kelangkaan komoditas, dengan cara turun ke pasar untuk cegah lonjakan harga. Jika perlu, keran impor dibuka agar pasokan tidak terkendala," katanya di Jakarta, Minggu (2/8/2015).
Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto mengatakan, inflasi Juli memang kemungkinan akan berada di bawah 1%.
"Gejolak harga berbagai kebutuhan pokok di bulan Juli meskipun mengalami peningkatan seiring hari raya Lebaran, namun fluktuasinya rata-rata masih wajar sehingga angka inflasi masih terkendali," jelas Eko.
Menurutnya, dengan capaian inflasi Juli yang cukup terkendali dan potensi inflasi yang akan semakin melandai dalam bulan-bulan ke depan, maka diharapkan tidak terjadi kenaikan BI Rate yang dapat menekan sektor riil.
(dmd)
Lihat Juga :