Pemerintah dan BI Diimbau Hati-hati Gunakan Cadev

Minggu, 02 Agustus 2015 - 18:12 WIB
Pemerintah dan BI Diimbau...
Pemerintah dan BI Diimbau Hati-hati Gunakan Cadev
A A A
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diimbau berhati-hati menggunakan cadangan devisa (cadev), sebagai bentuk intervensi saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melorot seperti sekarang ini.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto menuturkan, cadev dalam mekanisme kebijakan moneter bisa digunakan apabila fluktuasi nilai tukar bergerak melewati ambang batas dari BI. (Baca: Pemerintah Tak Akan Pakai Cadangan Devisa Atasi Rupiah)

"Tapi digunakannya (cadev) harus momentumnya pas. Memang tidak boleh sembarangan menggunakan cadev-nya. Kalau diintervensi terus menerus kita enggak akan mampu melawan pelemahan," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Menurutnya, semakin besar diintervensi akan menurunkan tingkat kepercayaan diri pemerintah dalam menghadapi pelemahan rupiah. Terlebih, pelemahan rupiah sekarang ini juga buntut dari isu kenaikan tingkat suku bunga AS (The Fed).

"Kalau hanya sentimen saja, penggunaan cadev itu harus hati-hati. Kalau demand naik, seperti tingkat impor yang meningkat ya itu memang harus disediakan. Cadev itu kan dibentuk tujuannya untuk jaga stabilitas," imbuh dia.

Eko mengungkapkan, penggunaan cadev untuk meredam fluktuasi rupiah adalah opsi terakhir saat berbagai macam langkah, seperti peningkatan devisa hasil ekspor (DHE) dan penggunaan rupiah dalam transaksi di dalam negeri tidak mempan meredam fluktuasi tersebut. (Baca: Pemerintah Tak Punya Strategi Lagi Atasi Pelemahan Rupiah

source: http://ekbis.sindonews.com/read/1028382/33/pemerintah-tak-punya-strategi-lagi-atasi-pelemahan-rupiah-1438433629
Pemerintah Tak Punya Strategi Lagi Atasi Pelemahan Rupiah)

"Masalah timing itu otoritas BI, dan yang paling penting rupiah goyangnya itu karena faktor fundamental. Kalau sekadar rumor, menurut saya memang ditahan dulu. Kalau terus tergerus berapapun yang digelontorkan tidak akan memperbaiki nilai tukar rupiah," tandasnya.

Baca juga:

Rupiah Berakhir Terkapar Lewati Rp13.500/USD

Stamina Loyo Bikin RI Rentan Kondisi Eksternal

USD Makin Perkasa, Sirine Awal Krisis Keuangan Global

Isu Suku Bunga Fed Hempaskan Rupiah
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
4 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
4 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
6 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
6 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
7 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
7 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved