Indonesia Tidak Punya Lagi Penopang Ekonomi Kuat

Senin, 03 Agustus 2015 - 11:33 WIB
Indonesia Tidak Punya...
Indonesia Tidak Punya Lagi Penopang Ekonomi Kuat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengemukakan, saat ini Indonesia tidak lagi memiliki penopang ekonomi yang kuat, seperti beberapa tahun sebelumnya.

Pertama, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya impor minyak yang dilakukan Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan 600 ribu barel setiap hari.

"Yang dihadapi Indonesia tidak ada penopang fudamental ekonomi yang kuat. Karena minyak sudah tidak bisa kita andalkan, kita impor minyak. Bukan ekspor lagi," ujar HT di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Kedua yang dapat dilihat, lanjut HT, adalah melemahnya industri di Tanah Air. Melemahnya industri ini juga karena persaingan dengan sejumlah negara tetangga. (Baca: Rasio Cadangan Devisa RI Terendah di ASEAN)

"Sehingga Indonesia mau tidak mau berkembang, tadinya industri kuat dan ekonomisnya berbasis industri, bergeser pada konsumsi," terangnya.

Ketiga, kata HT, tidak adanya penopang ekonomi yang kuat dapat dilihat di sektor komoditas. Di mana saat ini pasar dunia mampu mengontrol harga komoditas.

"Kalau kita lihat komoditas, harganya bukan kita yang mengontrol tapi pasar dunia, semua harga komoditas, baik karet, kelapa sawit. Jadi, ketiga kekuatan sektor ekonomi yang tadinya jadi penopang ekonomi selama 40 tahun tidak ada lagi," ungkapnya.

Untuk itu, CEO MNC Group ini menyampaikan perlunya strategi yang berbeda untuk mengembalikan ekonomi di dalam negeri. "Untuk mengembalikan ekonomi kita dahulu itu perlu strategi yang agak sedikit beda," tandasnya.

Baca juga:

Gawat! Rupiah Masih Akan Tertekan hingga Akhir Tahun

Pemerintah Tak Punya Strategi Lagi Atasi Pelemahan Rupiah

Dua Faktor yang Memengaruhi Cadangan Devisa Turun
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: Ekonomi RI Akan Segera Pulih
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Bangkitkan Ekonomi Masyarakat,...
Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, HT Serahkan Bantuan Gerobak Perindo di Pontianak
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: MNC Group Dukung Pemulihan Ekonomi RI
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
24 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
33 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
54 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved