Ekonomi Goyah, Pemerintah-BI Koordinasi via Whatsapp

Selasa, 04 Agustus 2015 - 13:54 WIB
Ekonomi Goyah, Pemerintah-BI...
Ekonomi Goyah, Pemerintah-BI Koordinasi via Whatsapp
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, menghadapi perekonomian Indonesia yang tengah goyah, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memperkuat koordinasi bahkan via media sosial, Whatsapp.

Untuk diketahui, hari ini pemerintah dan BI menyelenggarakan roundtable policy dialogue terkait kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Dia mengatakan, selama ini koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah dalam tataran teknis berjalan dengan baik. Bahkan, koordinasi tidak hanya dilakukan dalam pertemuan formal namun juga informal. "Jadi, tidak ada gap informasi antar kedua lembaga," ucap dia di gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Kebijakan yang saling mendukung untuk mencapai sebuah tujuan akan sangat ibutuhkan. Di samping forum seperti ini, kita akan lewat internet atau Whatsapp," katanya di gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Menurutnya, BI dan pemerintah akan membuat grup diskusi via Whatsaap untuk membahas kondisi perekonomian terkini, dan berbagai kebijakan yang akan diambil untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"‎Kita bikin grup. Hal-hal yang perlu sekali bisa kita diskusikan. Ini contoh kerja sama atau forum koordinasi yang memang seharusnya dilakukan," ujar Sofyan.

Sementara, Gubernur BI ‎Agus Martowardojo mengungkapkan, rapat koordinasi tersebut menyepakati bahwa di tengah berbagai tantangan dinamika eksternal dan internal tersebut, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga.

"Inflasi diprkirakan akan semakin terkendali dan akan berada dalam kisaran sasarannya sebesar 4±1% pada 2015. Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan menurun, dan berada pada tingkat yang lebih sehat," jelasnya.

Menurut Agus, nilai tukar rupiah meski mengalami tekanan sejalan dengan mata uang dunia lainnya, namun fluktuasi tetap terkendali. Stabilitas sistem keuangan tetap solid, ditopang kuatnya ketahanan sistem perbankan dan terjaganya kinerja pasar keuangan.

"Terjaganya kestabilan makroekonomi dan sistem keuangan tidak terlepas dari pengelolaan kebijakan makroekonomi yang ditempuh secara hati-hati, konsisten, dalam jalinan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BI," tandas dia.

(Baca: BI Akui Ekonomi RI Diterpa Tantangan Kompleks)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
7 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
7 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
7 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
8 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
8 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
8 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved