Rupiah Dibuka Makin Terkoreksi terhadap USD
Kamis, 06 Agustus 2015 - 10:23 WIB
Rupiah Dibuka Makin Terkoreksi terhadap USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka makin terkoreksi dipicu masih menguatnya USD terhadap sejumlah mata uang dunia.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.539/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 16 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.523/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.534/USD, melemah 19 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.515/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.530/USD. Posisi ini merosot 23 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.507/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.529/USD, terdepresiasi 12 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.517/USD.
Sementara USD berada di level tertinggi dua bulan terhadap yen pada Kamis pagi, setelah naik terhadap beberapa mata uang didukung data baru yang mendukung kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada bulan depan.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen berada di 124,835 setelah sempat berada di atas 125,000 untuk kali pertama sejak awal Juni. Dolar Selandia Baru tergelincir ke 0,6490/USD.
Meskipun USD menguat, namun gagal membuat banyak kemajuan terhadap euro, yang melayang ke 1,0904 /USD dari posisi terendah dua pekan di 1,0847/USD.
Poundsterling juga naik dari posisi terendah dua pekan di 1,5526 ke 1,5607/USD karena investor bertaruh bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Indeks USD ke 97,884, dari level tertinggi tiga bulan 98,218. Sementara dolar Ausralia di 0,7352/USD, dari rekor pekan ini di 0,7428/USD.
(Baca: Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Melemah)
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.539/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 16 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.523/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.534/USD, melemah 19 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.515/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.530/USD. Posisi ini merosot 23 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.507/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.529/USD, terdepresiasi 12 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.517/USD.
Sementara USD berada di level tertinggi dua bulan terhadap yen pada Kamis pagi, setelah naik terhadap beberapa mata uang didukung data baru yang mendukung kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada bulan depan.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen berada di 124,835 setelah sempat berada di atas 125,000 untuk kali pertama sejak awal Juni. Dolar Selandia Baru tergelincir ke 0,6490/USD.
Meskipun USD menguat, namun gagal membuat banyak kemajuan terhadap euro, yang melayang ke 1,0904 /USD dari posisi terendah dua pekan di 1,0847/USD.
Poundsterling juga naik dari posisi terendah dua pekan di 1,5526 ke 1,5607/USD karena investor bertaruh bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Indeks USD ke 97,884, dari level tertinggi tiga bulan 98,218. Sementara dolar Ausralia di 0,7352/USD, dari rekor pekan ini di 0,7428/USD.
(Baca: Belum Ada Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Melemah)
(rna)