Cadangan Devisa RI Akhir Juli Melambat Lagi
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 17:59 WIB
Cadangan Devisa RI Akhir Juli Melambat Lagi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir Juli 2015 tercatat sebesar USD107,6 miliar, lebih rendah dibanding posisi akhir Juni 2015 sebesar USD108,0 miliar.
Perkembangan tersebut disebabkan peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya, guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Di sisi lain, kenaikan penerimaan devisa yang bersumber dari penerbitan Euro Bond Pemerintah mampu menahan penurunan lebih lanjut," katanya di Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Atas perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir Juli 2015 masih cukup membiayai 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," tandasnya.
Perkembangan tersebut disebabkan peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya, guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Di sisi lain, kenaikan penerimaan devisa yang bersumber dari penerbitan Euro Bond Pemerintah mampu menahan penurunan lebih lanjut," katanya di Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Atas perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir Juli 2015 masih cukup membiayai 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :