BI: Penguatan USD terhadap Rupiah Tak Akan Lama

Minggu, 09 Agustus 2015 - 20:20 WIB
BI: Penguatan USD terhadap...
BI: Penguatan USD terhadap Rupiah Tak Akan Lama
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap nilai tukar rupiah tidak akan berlangsung lama.

Pasalnya, jika Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada September 2015 menaikan suku bunga dan naik lagi pada Desember, maka diprediksi setelah itu situasi pasar keuangan akan kembali stabil.

"Menurut saya tinggal bentar lagi. Kalau memang bulan September Fed rate naik dan Desember naik lagi maka setelah itu mudah-mudahan situasi pasar keuangan akan lebih stabil," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, akhir pekan ini.

Dia menjelaskan, sama seperti situasi pada 2013 silam ketika pasar keuangan menunggu stimulus moneter AS, pasar keuangan negara berkembang goyang, namun kembali stabil pada 2014.

Bank Indonesia sebagai otoritas juga ikut mengantisipasi penguatan USD, yakni dengan menjaga stabilitas kurs. Selain itu, BI juga akan selalu hadir di pasar untuk ikut memberikan suplai USD.

"Nah, itu menggunakan cadangan devisa dan cadangan devisa kita masih sangat baik," jelasnya.

Jadi, Mirza menuturkan, Indonesia masih memiliki cadangan devisa lebih dari 6,5-6,6 bulan impor dan itu sangat cukup untuk membiayai impor serta bayar utang.

Mengenai cadangan devisa pada Juli 2015, yang kembali turun menjadi USD107,6 miliar, dia mengatakan, itu disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah pelemahan ekonomi China, sehingga membuat harga komoditas jatuh sejak 2012 hingga 2015.

"Di tahun ini, titik bottom yang untuk harga komoditi karena pertumbuhan ekonomi China diperkirakan sudah mulai stabil walaupun belum meningkat," ujar dia.

Menurutnya, apabila harga komoditas sudah mulai stabil dan pertumbuhan ekonomi China membaik, maka Produk Domestik Bruto (PDB) di daerah Sumatera dan Kalimantan akan mulai stabil dan pemulihan ekonomi akan terjadi di semester II/2015.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
7 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
8 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
8 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
9 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
9 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved