Hunian Bergaya Etnik yang Tetap Nyentrik

Rabu, 12 Agustus 2015 - 09:22 WIB
Hunian Bergaya Etnik...
Hunian Bergaya Etnik yang Tetap Nyentrik
A A A
Perubahan gaya desain bangunan dari para arsitektur yang kini semakin moderndan maju tak terasa mengalihkan perhatian kita terhadap menariknya desain etnikakar budaya kita yang kaya.

Berkembangnya hunian minimalis di mana-mana menaruhperhatian banyak orang mengikuti tren yang sedang hangat.

Namun di balik itu, ternyata hunian atau bangunan yang bergaya ternyata memiliki keunikan dan daya tarik yang tak kalah menarik dengan gaya bangunanlainnya semacam minimalis misalnya. “Adapun hunian bergaya etnik adalah hunianyang memanfaatkan furnitur, dekoratif ikon, maupun ambians yang berasal dari kebudayaan atau tradisi lokal.

Jadi, misalnya tradisi budaya Indonesia sepertibatik, kerajinan tangan bambu, dan lainnya diaplikasikan ke dalam desaininterior maupun eksterior sebuah hunian,” ujar desainer interior Ary Juwono. Banyaknya bangunan kekinian yang lebih mengedepankan konsep modern, minimalis,atau Eropa membuat banyak orang cenderung melupakan keunikan dan kekhasan unsurdesain bangunan pada huniannya.

Ary Juwono menyatakan, minat orang Indonesiasekitar 1980–2000- an masih banyak yang menggunakan gaya etnik dan masih jadiidola atau banyak dipilih orang Indonesia. Namun, mulai tahun 2000-an hingga sekarang gaya minimalis atau modern lebih banyak dipakai orang ketimbang etnik.

Ary Juwono juga menyatakan, akhirnya etnik hanya menjadi sentuhan dekorasi saja.Maka dari itu banyak orang menyebutnya sebagai gaya modern dengan sentuhanetnik. Sentuhan etnik dipakai sebagai estetis, bukan bagian utama dekorasi atauhanya sebagai elemen dekoratif pada sebuah hunian.

Namun, berbeda denganbangunan public space yang masihbanyak menggunakan unsur etnik. Misalnya hotel, yang masih banyak menggunakangaya etnik. Karena memang menyangkut budaya lokal, maka hotel tersebutmemerlukan identitas diri sebagai ciri khas di mana hotel itu berada.

Daerah yang masih banyak menggunakan unsur etnik pada bangunannya adalahdaerah-daerah yang banyak memiliki banyak wisata lokal, seperti Bali, Yogya,dan Jawa Tengah serta daerah-daerah lainnya.

Muhammad Marwan
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved