IHSG Dibuka ke Level Terendah Dipicu Sentimen China
Rabu, 12 Agustus 2015 - 09:23 WIB
IHSG Dibuka ke Level Terendah Dipicu Sentimen China
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini dibuka meninggalkan level 4.600 dan menjadi level terendah baru tahun ini karena sentimen China. IHSG merosot 53,95 poin atau 1,17% ke level 4.568,64.
IHSG kemarin berakhir merosot tajam akibat China melakukan devaluasi yuan. IHSG anjlok 126,36 poin atau 2,66% ke level 4.622,59.
Pelemahan itu di tengah memerahnya bursa Asia. Pagi ini, bursa saham Asia dan komoditas memperpanjang kerugian pada hari ini, terimbas efek susulan dari devaluasi mata uang yuan, yang menyebabkan Wall Street semalam anjlok.
Dikutip dari Reuters, China menlakukan devaluasi yuan hampir 2% pada Selasa sebagai upaya untuk menopang ekonominya yang lesu. Penurunan yuan terbesar sejak tahun 1994 tersebut memukul mata uang lainnya, mulai dari mata uang Korea Selatan hingga Afrika Selatan, dan membuat USD perkasa.
Devaluasi yuan yang dilakukan Bank Rakyat China (PBOC) ini juga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai kesehatan ekonomi China.
Adapun, indeks Shanghai melemah 10,39 poin atau 0,26% menjadi 3.917,52; indeks Hang Seng turun 295,80 poin atau 1,21% menjadi 24.202,41; indeks Straits Times susut 73,89 poin atau 2,36% menjadi 3.078,06 dan indeks Nikkei terkoreksi 260,84 poin atau 1,26% ke 20.473,06.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp314 miliar dengan 230 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp76,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp154,12 miliar dan aksi beli Rp77,95 miliar. Tercatat 14 saham menguat, 143 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka masih minus semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 3,12%, diikuti sektor konsumer merosot 2,77%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO) naik Rp475 menjadi Rp15.975, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik Rp20 menjadi Rp2.640 dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) naik Rp10 menjadi Rp945.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp350 menjadi Rp13.200, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp325 menjadi Rp18.000 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp275 menjadi Rp46.000.
Baca:
Donald Trump: Devaluasi Yuan Akan Hancurkan AS
Wall Street Tertekan Devaluasi Yuan
IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Saham Ini
IHSG kemarin berakhir merosot tajam akibat China melakukan devaluasi yuan. IHSG anjlok 126,36 poin atau 2,66% ke level 4.622,59.
Pelemahan itu di tengah memerahnya bursa Asia. Pagi ini, bursa saham Asia dan komoditas memperpanjang kerugian pada hari ini, terimbas efek susulan dari devaluasi mata uang yuan, yang menyebabkan Wall Street semalam anjlok.
Dikutip dari Reuters, China menlakukan devaluasi yuan hampir 2% pada Selasa sebagai upaya untuk menopang ekonominya yang lesu. Penurunan yuan terbesar sejak tahun 1994 tersebut memukul mata uang lainnya, mulai dari mata uang Korea Selatan hingga Afrika Selatan, dan membuat USD perkasa.
Devaluasi yuan yang dilakukan Bank Rakyat China (PBOC) ini juga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai kesehatan ekonomi China.
Adapun, indeks Shanghai melemah 10,39 poin atau 0,26% menjadi 3.917,52; indeks Hang Seng turun 295,80 poin atau 1,21% menjadi 24.202,41; indeks Straits Times susut 73,89 poin atau 2,36% menjadi 3.078,06 dan indeks Nikkei terkoreksi 260,84 poin atau 1,26% ke 20.473,06.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp314 miliar dengan 230 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp76,16 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp154,12 miliar dan aksi beli Rp77,95 miliar. Tercatat 14 saham menguat, 143 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka masih minus semua. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang anjlok 3,12%, diikuti sektor konsumer merosot 2,77%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO) naik Rp475 menjadi Rp15.975, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik Rp20 menjadi Rp2.640 dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) naik Rp10 menjadi Rp945.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp350 menjadi Rp13.200, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp325 menjadi Rp18.000 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp275 menjadi Rp46.000.
Baca:
Donald Trump: Devaluasi Yuan Akan Hancurkan AS
Wall Street Tertekan Devaluasi Yuan
IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Saham Ini
(rna)
Lihat Juga :