SP JICT Sayangkan Pernyataan Komite Pengawas Pelindo II

Rabu, 12 Agustus 2015 - 11:45 WIB
SP JICT Sayangkan Pernyataan...
SP JICT Sayangkan Pernyataan Komite Pengawas Pelindo II
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) heran dan prihatin dengan sikap Komisi Pengawas Pelindo II terkait perpanjangan JICT ke Hutchison Port Holding (HPH) Hongkong yang dinilainya melanggar UU dan merugikan negara.

Ketua SP JICT Nova Hakim mengatakan, Komite Pengawas yang di antaranya Erry Riyana, Lin Che Wei dan Natalie Subagio terkesan pasang badan untuk melindungi Direktur Utama Pelindo II RJ Lino.

Menurutnya, ketiga tokoh tersebut selama ini terkenal memiliki reputasi cukup baik. "Namun untuk kasus ini tokoh tersebut menggambarkan perpanjangan konsesi JICT pada HPH berlangsung dengan cara yang benar dan taat hukum," ujar dia dalam rilisnya, Rabu (12/8/2015).

Padahal, lanjut dia, perpanjangan konsesi yang diputuskan Lino memiliki cacat mendasar, yakni perpanjangan konsesi dilakukan tanpa meminta izin pada Menteri Perhubungan sebagaiamana diwajibkan dalam UU Pelayaran 2008.

Seharusnya, kata dia, Erry dan kawan-kawan adalah Komite Pengawas yang seharusnya tidak membuat mereka kehilangan objektivitas dan integritas.

"SP JICT juga heran atas pernyataan Erry dan kawan-kawan yang menyatakan proses perpanjangan konsesi JICT ke HPH berlangsung transparan dan melalui tender," katanya.

SP JICT juga merasa heran dengan pernyataan Natalie Subagjo yang menyatakan HPH membayar uang muka sebesar USD215 juta (yang sebenarnya hanya setara dengan keuntungan JICT selama dua tahun) dan uang sewa USD85 juta fix per tahun.

Pihaknya heran dengan penjelasan Natalie karena faktanya HPH hanya membayar uang muka sedangkan uang sewa per tahun itu akan dibayar JICT atau perusahaan. Tentu saja menjadi pertanyaan besar bahwa asset nasional sebesar JICT yang menangani volume barang 70% di Jakarta hanya dihargai USD215 juta oleh HPH dan disepakati Pelindo II.

"Selain itu, SP juga heran dengan pernyataan Lin Che wei yang menyatakan HPH layak mengoperasikan JICT karena sudah mengenal medan internasional," ujar dia.

Pernyataan Lin bahwa perlu masa uji coba dan pendapatan perusahaan bisa berkurang jika operator JICT berganti merupakan kesalahan besar.

Lin dinilai meremehkan kemampuan anak bangsa sendiri tanpa mempelajari kondisi sesungguhnya. SP merasa mentalitas semacam ini yang menyebabkan Indonesia selalu diekspolitasi dan dipandang sebelah mata di dunia.

Perpanjangan Konsesi JICT Dinilai Sudah Transparan
http://ekbis.sindonews.com/read/1031416/34/perpanjangan-konsesi-jict-dinilai-sudah-transparan-1439203559
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Lampaui Perang Dunia...
Lampaui Perang Dunia II, Israel Jatuhkan 85.000 Ton Bom di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved