Rupiah Undervalued, BI Akan Intervensi

Rabu, 12 Agustus 2015 - 15:25 WIB
Rupiah Undervalued,...
Rupiah Undervalued, BI Akan Intervensi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa pelemahan rupiah akhir-akhir ini sudah terlalu dalam (overshoot), sehingga telah berada jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Menyikapi perkembangan tersebut, BI telah dan akan terus berada di pasar atau melakukan intervensi untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Agus FW Martowardojo mengatakan, Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya.

Perkembangan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini, terutama disebabkan oleh perkembangan global. Pasar masih bereaksi terhadap keputusan pemerintah China yang melakukan devaluasii mata uang yuan.

"Langkah tersebut dilakukan pemerintah China untuk mempertahankan kinerja ekspornya, yang menurun drastis sebesar 8,3% (yoy) pada Juli 2015, atau merupakan penurunan terbesar dalam empat bulan terakhir," kata dia di Jakarta, Rabu (12/8/2015).

Secara global, devaluasi yuan memberi dampak pada negara-negara mitra dagang China, yang ekspornya mengandalkan sumber daya alam, termasuk Indonesia. (Baca: Khawatir Perang Mata uang, Rupiah Dibuka Terkapar)

Kebijakan tersebut pernah dilakukan pemerintah China pada 1994, yang juga berdampak pada perekonomian global saat itu.

Secara umum, hampir seluruh mata uang global mengalami depresiasi. Sebagai ilustrasi, ringgit Malaysia melemah sebesar 13,3% (ytd), won korea melemah sebesar 7,9% (ytd) , bath Thailand terkoreksi sebesar 7,4% (ytd).

Selain itu, yen susut 4,8% (ytd), euro anjlok sebesar 8,9% (ytd), real Brasil melemah 29,4% (ytd), dan dolar Australia tergerus sebesar 10,6% (ytd).

"Sementara rupiah dari Januari hingga minggu pertama Agustus 2015 melemah sebesar 9,8% (ytd)," ujarnya.

Sementara itu, perkembangan data terkini di Amerika Serikat (AS), seperti data ISM nonmanufacturing index, data tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda membaik, sehingga menimbulkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS akan dilakukan lebih cepat.

Baca:

Donald Trump: Devaluasi Yuan Akan Hancurkan AS

China Berusaha Tenangkan Ketakutan Perang Mata Uang

Kinerja Rupiah Terburuka Kedua Di Asia

(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
21 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
29 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
46 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved