IHSG Dibuka Balik Arah Menguat Pascakoreksi Tajam
Kamis, 13 Agustus 2015 - 09:23 WIB
IHSG Dibuka Balik Arah Menguat Pascakoreksi Tajam
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehari setelah perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja dibuka balik arah menguat (rebound) seiring menguatnya bursa Asia. IHSG menguat 10,36 poin atau 0,23% 4.489,85.
Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi tajam 143,10 poin atau 3,10% ke level 4.479,49. Pelemahan itu lebih karena kondisi global lantaran bursa Asia juga ditutup melemah semua. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka balik arah menguat.
Dikutip dari Reuters, penguatan tersebut lantaran aksi jual berhenti pada hari ini, meski Bank Rakyat China (PBOC) masih melanjutkan devaluasi yuan. Sementara indeks utama AS semalam mendatar dipimpin oleh naiknya saham-saham energi.
Adapun, indeks Shanghai menguat 7,70 poin atau 0,20% menjadi 3.894,89; indeks Hang Seng naik 129,83 poin atau 0,54% menjadi 24.045,85; indeks Straits Times bertamabh 30,34 poin atau 0,99% menjadi 3.091,23 dan indeks Nikkei terkerek 47,21 poin atau 0,23% ke 20.442,30.
Sementara, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp228 miliar dengan 208 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp28,93 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp97,47 miliar dan aksi beli Rp68,53 miliar. Tercatat 109 saham menguat, 22 saham melemah dan 45 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka balik arah menguat semuanya. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang menguat 2,15%, diikuti sektor infrastruktur naik 1,93%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp400 menjadi Rp47.075, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp200 menjadi Rp17.075 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp125 menjadi Rp5.925.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turun Rp275 menjadi Rp7.050, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp100 menjadi Rp15.400 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp50 menjadi Rp13.100.
(Baca: Penguatan IHSG Berpotensi Terganggu, Lirik Saham Ini)
Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi tajam 143,10 poin atau 3,10% ke level 4.479,49. Pelemahan itu lebih karena kondisi global lantaran bursa Asia juga ditutup melemah semua. Sementara pagi ini, bursa Asia dibuka balik arah menguat.
Dikutip dari Reuters, penguatan tersebut lantaran aksi jual berhenti pada hari ini, meski Bank Rakyat China (PBOC) masih melanjutkan devaluasi yuan. Sementara indeks utama AS semalam mendatar dipimpin oleh naiknya saham-saham energi.
Adapun, indeks Shanghai menguat 7,70 poin atau 0,20% menjadi 3.894,89; indeks Hang Seng naik 129,83 poin atau 0,54% menjadi 24.045,85; indeks Straits Times bertamabh 30,34 poin atau 0,99% menjadi 3.091,23 dan indeks Nikkei terkerek 47,21 poin atau 0,23% ke 20.442,30.
Sementara, nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp228 miliar dengan 208 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp28,93 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp97,47 miliar dan aksi beli Rp68,53 miliar. Tercatat 109 saham menguat, 22 saham melemah dan 45 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka balik arah menguat semuanya. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah konsumer yang menguat 2,15%, diikuti sektor infrastruktur naik 1,93%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp400 menjadi Rp47.075, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp200 menjadi Rp17.075 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp125 menjadi Rp5.925.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turun Rp275 menjadi Rp7.050, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun Rp100 menjadi Rp15.400 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp50 menjadi Rp13.100.
(Baca: Penguatan IHSG Berpotensi Terganggu, Lirik Saham Ini)
(rna)
Lihat Juga :